Marak Penelepon Gelap Peras Keluarga Pelaku

IPTU Ery Armunanto (DHALLA/RADAR LOMBOK)

Banyaknya penangkapan kasus narkoba di Lombok Tengah, selama ini ternyata banyak dimanfaatkan oknum masyarakat tidak bertanggung jawab. Mereka tak segan-segan memeras keluarga pelaku.


Dalaah-Praya


KASATNARKOBA Polres Lombok Tengah, IPTU Ery Armunanto harus mengungkap sejumlah kejadian di balik pengungkapan kasus narkoba selama ini. Bahwa, nyaris setiap pengungkapan kasus ada kasus di balik pengungkapan itu. Yaitu, banyaknya terjadi pemerasan kepada keluarga korban.

Modus terbaru yang digunakan para pelaku yakni dengan menelepon keluarga pelaku. Para penelepon gelap ini entah dari mana mendapatkan nomor telepon keluarga pelaku. Awalnya, mereka akan menelepon kepala desa, kemudian kepala dusun, baru kemudian meminta nomor keluarga pelaku kepada kepala desa atau kepala dusun. Setelah mendapatkan nomor tersebut, barulah penelepon gelap ini akan menghubungi keluarga pelaku.

[postingan number=3 tag=”features”]

Mereka mengatasnamakan kasat atau anggota Satnarkoba Polres Lombok Tengah. penelepon gelap ini biasanya menjanjikan kepada keluarga pelaku untuk membebaskan keluarga mereka. Atau, setidak-tidaknya membantu membebaskan keluarga mereka agar kasusnya tidak dilanjutkan. ‘’Ini yang kami temui selama ini dan kami banyak mendapatkan laporan,’’ ungkap Ery, kemarin (25/1).

Lanjut Ery, pihaknya tak ingin kasus ini terus terjadi. Di samping keluarga pelaku sudah susah, dihantam lagi dengan penipuan. Sehingga pihaknya sempat memancing salah satu penelepon gelap yang menghubungi salah satu keluarga pelaku belum lama ini.

Setelah diajak bicara, ternyata dia berada di Bogor. Rata-rata, para penelepon gelap ini menggunakan logat Batak. Ketika mereka diminta bertemu langsung, mereka selalu menghindari dengan berbagai alasan. Mereka hanya mau meminta membantu dengan alasan uang harus ditransfer lewat rekening. ‘’Kalau diajak ketemu dia tidak mau. Kalau lewat rekening baru mereka mau. Tapi rata-rata mereka dari luar daerah dan logatnya pakai bahasa Batak,’’ ungkapnya.

Karenanya, Ery mengimbau kepada semua pelaku agar tidak tergiur dengan janji penelepon gelap. Jika ada yang menghubungi meminta uang dengan janji akan membebaskan keluarga mereka, maka sebaiknya dikonfirmasi terlebih dulu. Terlebih, jika mereka mengatasnamakan aparat atau pimpinan kasat. ‘’Jangan sampai mau terjebak, karena sudah ada keluarga pelaku yang terjebak dengan mentransfer uang senilai Rp 2 juta,’’ tutupnya. (**)