Mapel USBN Tambah Banyak, Dianggap Lebih Adil

USBN
USBN: Puluhan Siswa MAN 2 Mataram nampak khusuk menjalankan USBN di hari pertama, Senin kemarin (19/3). (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Sistem Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun ini dinilai lebih kompleks (rumit). Pasalnya, jumlah mata pelajaran (Mapel) yang diujikan siswa lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Namun hal ini justru dianggap lebih adil, karena siswa menjadi lebih giat dalam mempersiapkan diri.

Pernyataan itu disampaikan Kepala MAN 2 Mataram, H Lalu Syauki MS, bahwa kondisi pelaksanaan USBN tahun ini memang cukup jauh perbedaannya dari tahun sebelumnya. Karena proses USBN yang dijalankan siswa tahun ini dinilai lebih kompleks, dengan jumlah Mapel yang cukup banyak.

Kalau tahun sebelumnya siswa cukup mengerjakan 4 Mapel saja, maka sekarang siswa harus mengerjakan 12 Mapel dalam USBN, alias tiga kali lipat. Namun kondisi semacam ini, Syauki menyebutnya jauh lebih positif dan lebih adil. “Memang tahun ini lebih kompleks, tapi justru kondisi ini lebih adil. Karena semua Mapel sekarang disorot Nasional atau pusat,” katanya, Senin kemarin (19/3).

Bahkan pada posisi ini lanjutnya, secara tidak langsung dengan sendirinya siswa akan dituntut untuk lebih pro aktif dalam memperhatikan kewajiban akademiknya.

Menurutnya, siswa tidak akan merasa terbebani dengan jumlah Mapel yang harus diselesaikan pada kegiatan USBN. Adapun jumlah Mapel sebanyak 12 tersebut, persentase butir soalnya akan melibatkan dua pihak. Diantaranya pihak KKG atau MGMP sebanyak 75 persen, dan pihak pusat sebanyak 25 persen.

Bagi Syauki, dengan cara ini mutu, serta integritas siswa akan lebih terukur pada semua Mapel yang dikerjakan pada saat USBN tersebut. Dengan demikian, ketuntasan serta kesuksesan sekolah dengan mudah diukur oleh daerah dan pusat. “Cara ini hasilnya akan lebih berintegritas dan mutu pendidikan juga akan meningkat,” tambahnya.

Sementara Ketua Panitia USBN MAN 2 Mataram, Lalu Ahmad Fahrudin mengungkapkan, sistem serta teknis yang terbarukan pada pelaksanaan USBN ini diakui, awalnya pasti banyak siswa yang khawatir. Karena jumlah Mapel yang ditambah menjadi 12 Mapel. Namun hal tersebut tetap diantisipasi pihaknya dengan melakukan banyak pengayaan. Bahkan Waka Kurikulum MAN 2 Mataram ini mengaku dengan sigap memberikan pembekalan para siswa kelas XII.

Dengan cara menggabungkan pengayaan materi UNBK dan USBN. Dengan demikian, 346 siswa dipastikan tidak akan merasakan ada kendala selama menjalankan proses USBN. Hal itu dibuktikan pada pelaksanaan USBN hari pertama, dari sesi pertama sampai terkahir tidak ada satupun siswa yang mengeluhkan materi soal yang dikerjakan. “Sudah pasti siswa kita khawatir. Tapi kan itu tugas kita untuk memberikan mereka bekal,” tutupnya. (rie)