Mantapkan Persiapan Menuju Bali

PEMANTAPAN: Skuad MSA Mataram tengah memantapkan persiapan menjelang pelaksanaan turnamen Mandala Cup (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Tim sepak bola Mataram Soccer Akademi (MSA) Mataram memantapkan persiapan menghadapi turnamen Mandala Cup. Turnamen ini berlangsung di Denpasar, Bali, 21-25 Desember.

Manajer Tim MSA, Imam Safi'i mengatakan, pihaknya terus menggenjot latihan anak-anak asuhnya. Latihan yang diberikan diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap dunia sepak bola di NTB.

“Kita terus mantapkan persiapan anak-anak agar hasilnya maksimal,’’ katanya kepada Radar Lombok, Sabtu (10/12).

Latihan yang dilakukan di GOR, ungkapnya, dilaksanakan satu minggu tiga kali. Tingginya intensitas latihan ini agar hasilnya lebih maksimal.

Turnamen sepak bola antar-SSB (Sekolah Sepak Bola) ini, ujarnya, sebagai salah satu upaya agar pamain-pemain yang ada di NTB bisa memberikan kontribusi untuk dunia sepak bola. Sehingga dari dini pihaknya memberikan pelatihan agar bisa diandalkan diberbagai turnamen.

BACA JUGA :  Panitia Daerah Matangkan Persiapan STQ

Untuk memantapkan persiapan para pemain, Imam Safi'i bersama pelatih MSA, Isnaini, telah menggenjot kemampuan fisik dan teknik para pemainnya. Selain itu, para pemain juga diberikan latihan startegi.

Imam tak memasang target untuk anak-anaknya. Namun event ini diharapkan dapat menjadi ajang evaluasi kemampuan anak-anak MSA yang sudah bertahun-tahun menjalani latihan.

Pertandingan  babak penyisihan nanti, jelasnya, akan menggunakan sistem setengah kompetisi. Di putaran kedua baru akan menggunakan sistem gugur. Tim MSA harus mampu memenangkan semua laga agar biasa lolos ke putaran selanjutnya.

MSA tidak memasang target di event itu. Pasalnya keikutsertaan  anak-anak MSA di event itu sebagai  bentuk pembinaan atlet. ‘’Kita tidak memasang target di ajang ini. Yang penting anak-anak bisa tampil untuk mengukur kemampuannya selama ini,’’ tutupnya (cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaWarga Sape Ngamuk di Kantor Bupati
Berita berikutnyaDikpora NTB Dukung Berantas Praktik Pungli