Mantang Alokasikan DD Tangani Corona

LOCKDOWN : Tampak warga Desa Mantang melakukan lockdown (penutupan) gang masuk di setiap dusun. (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)
LOCKDOWN : Tampak warga Desa Mantang melakukan lockdown (penutupan) gang masuk di setiap dusun. (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Adanya kasus positif corona di Desa Mantang Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah membuat warga semakin khawatir. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini, sebagian besar gang di Desa Mantang lebih memilih lockdown. Terutama di Dusun Seganteng, asal pasien N yang dinyatakan positif corona.

Kepala Desa Mantang, Lalu Oktafian Miraja mengaku khawatir dengan penyebaran virus corona ini. Terutama setelah salah seorang warganya dinyatakan positif terjangkit virus corona. Karena itu juga, sebagian besar warganya me-lockdown lokal gang masuk di setiap dusun. ‘’Sebagian besar gang masuk dusun secara sepontan ditutup warga. Warga merasa takut dan khawatir setelah diumumkan kalau warga kami satu orang sudah dinyatakan positif corona,’’ kata Oktafian kepada Radar Lombok, Senin (20/4).

Penutupan dilakukan, lanjutnya, sebagai langkah antisipasi masyarakat dalam memutus rantai penyebaran corona di desa itu. Termasuk menelusuri teman kontak pasien positif corona selama ini. ‘’Alhamdulillah masyarakat sudah langsung berinisiatif melakukan persiapan sendiri. Apalagi dengan adanya pasien yang sudah dinyatakan positif lebih ditingkatkan kewaspadaannya. Kami juga dari pemerintah Desa sedang melakukan kontak tracking,” terangnya.

Untuk memudahkan kontak tracking, katanya, pihaknya melibatkan intansi terkait, seperti dari Pukesmas Mantang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Upaya ini juga dikhususkan di Dusun Seganteng dengan jumlah penduduknya sekitar 200 KK. Sementara untuk jamaah tablig di Desa Mantang terdiri dari dua paham jumlahnya cukup banyak. Tetapi yang ikut ke Gowa hanya satu paham saja. “Jadi klaster Gowa itu hanya sekitar 15 sampai 20 orang saja. Dan semuanya sudah menjalani rapid test, termasuk yang positif satu orang dan rombongannya,” jelasnya.

Hingga saat ini, sambungnya, semua sedang menjalani isolasi mandiri sesuai dengan prosedur Covid-19. Namun demikian pihaknya terus memantau jamaah klaster Gowa. Terlebih saat ini masih dilakukan pengawasan kepada yang bersangkutan. “Kita tunggu informasi dan arahan dari satgas kesehatan, seperti apa hasil pemeriksaannya,” terangnya.

Di samping itu, dengan adanya kasus positif, pihaknya sudah melakukan musyawarah di tingkat desa. Terutama kepada dusun yang sudah terindikasi corona guna meningkatkan kewaspadaan. Bahkan untuk Dusun Seganteng sendiri menjadi perhatian khusus Pemdes Mantang untuk meredam penyebaran dan rasa khawatiran masyarakat di sekitarnya. ‘’Kita sudah rencanakan kusus di satu dusun itu akan kita berikan perhatian khusus, misalnya nanti kita bagikan masker gratis dan lain-laimnya. Kalau masalah penyemprotan disinfektan sudah tetap kita berjalan di setiap dusun,’’ bebernya.

Tidak hanya itu, katanya, pemdes setempat juga sudah merencanakan alokasi dana untuk Covid-19 malalui dana desa (DD) selain dana tanggap darurat bencana yang sudah dialokasikan sebelum terjadi pendemi Covid-19. Pihaknya akan mengalokasikan DD untuk penanganan Covid-19 dengan tetap mengacu pada Peraturan Kementerian Desa, baik untuk bantuan langsung tunai (BLT) atau program lainnya sesuai dengan jumlah DD yang diterima. Apalagi di setiap desa berbeda-beda besaran jumlah DD-nya. Setidaknya di Desa Mantang sudah merencanakan dari total jumlah DD yang diterima sebanyak 35 persen untuk Covid-19. “Kita sudah sepakat mengalokasikan DD untuk program BLT, sesuai dengan kriteria yang sudah ada. Dan persentase di Desa Mantang sampai 35 persen dari total jumlah DD yang kita terima,’’ pungkasnya. (sal)