Mantan Pengurus DPD Kota Mataram Bakar Atribut Perindo

KECEWA: Aksi pembakaran atribut Perindo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh mantan Ketua DPD Perindo Kota Mataram dan sejumlah pengurus lainnya. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Aksi pembakaran atribut Partai Perindo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh mantan Ketua DPD Perindo Kota Mataram Moh Rivai Gunawansyah, mantan Bendahara DPD Kota Mataram Mukhsan Fikri, dan mantan Ketua DPC Partai Perindo Kecamatan Sandubaya Zamroni, bertempat di Sekretariat DPD Perindo Kota Mataram, Senin kemarin (13/3).

Pembakaran dilakukan lantaran mereka mengaku kecewa dengan sikap dan kebijakan yang diambil oleh partai. Pasalnya, DPP Partai Perindo telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPD Perindo Kota Mataram yang ketuai Zammatur Rahili, beberapa waktu lalu. “SK itu dikeluarkan partai tanpa pernah dikomunikasikan kepada kami,” kata Moh. Rivai Gunawansyah.

Baca Juga :  Dipecat, Gerindra NTB Ajukan PAW Mori Hanafi

Diungkapkan, pihaknya telah bertemu langsung dengan Ketua Harian Nasional DPP Perindo TGB M. Zainul Majdi. Dalam pertemuan itu, TGB berpesan, agar ketua-ketua DPD Perindo kabupaten kota tidak galau dan khawatir. Tetap semangat untuk bekerja dan tidak ada perombakan struktural. “Mana komitmen saat pertemuan waktu itu?  Apakah itu cuma basa basi doang,” ungkapnya.

Menurutnya, jikapun akan ada SK kepengurusan yang baru, semestinya Khairul Rizal sebagai Ketua DPW Perindo NTB melakukan pemanggilan kepada pengurus lama. Pihaknya telah mencoba membuka komunikasi dengan Khairul Rizal. Namun suami Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah itu belum bisa menemui dirinya.

Baca Juga :  Kemenangan Maiq Meres Bukti Militansi Warga NU

Sikap itu kemudian membuat pihaknya kecewa sekaligus geram. Dirinya pun secara resmi menyatakan diri keluar dari partai besutan Hary Tanoesoedibjo tersebut. “Hari ini saya menyatakan sikap untuk keluar dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Perindo. Lantaran DPP, Ketua Harian dan Ketua DPW NTB mempertontonkan etika politik tidak baik,” pungkasnya. (yan)

Komentar Anda