Mantan Napi Rudapaksa Anak Kandungnya

Pelaku A diamankan di Polresta Mataram. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dua tahun menduda, seorang ayah di Kota Mataram berinisial A tega menggauli putrinya sendiri hingga tiga kali.

Pelaku menggauli anak kandungnya yang baru menginjak usia 7 tahun, yang terjadi pada bulan Juli lalu. “Peristiwa ini terjadi 20 Juli 2022, sekitar pukul 21.00 WITA lalu bertempat di rumahnya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa.

Pelaku diketahui hanya tinggal berdua dengan anaknya pasca bercerai dengan istrinya. Awalnya, pelaku masuk ke dalam kamar dan mencium anaknya, layaknya ayah yang memberikan kasih sayang terhadap putrinya. Namun entah apa yang merasuki pikirannya, pelaku malah meraba dada sang buah hatinya. Aksi bejatnya terus berlanjut. “Pelaku memasukkan jari telunjuknya ke kemaluan korban,” sebutnya.

Korban melakukan perlawanan dengan cara teriak. Namun apalah daya, korban tak berkutik setelah menerima ancaman akan dipukul. “Korban sempat teriak tapi diancam akan dipukul oleh pelaku,” tambah Kadek Adi.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Mahasiswi Mandek di Penyelidikan

Melihat anaknya semakin tak berdaya, pelaku langsung menggagahi korban. Saat itu, korban kembali melawan dengan cara meronta-ronta. “Korban melawan, namun dipeluk erat oleh pelaku hingga korban tidak bisa bergerak,” imbuhnya.

Setelah kejadian itu, korban mengalami sakit di bagian perutnya. Selain itu, korban juga merasakan sakit pada kelaminnya saat buang air kecil. “Korban menceritakan kejadian yang menimpanya ke bibi dan ibu kandungnya,” ujarnya.

Bibi korban yang mendengar cerita polos anak yang berusia 7 tahun itu, sontak kaget dan langsung melapor ke Polresta Mataram. Polisi yang menerima laporan itu, langsung mengambil tindakan awal, berupa pemeriksaan terhadap saksi, pelapor dan lainnya yang berkaitan terhadap peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan visum korban, ditemukan luka baru pada kemaluannya. Diperkuat juga dengan hasil pemeriksaan ahli yang dimintai keterangan. “Awalnya pelaku tidak mengaku, tapi penyidik memiliki alat bukti yang kuat yang mengarah ke sebuah tindak pidana,” katanya.

Baca Juga :  Mahasiswa Minta Terdakwa Bandar Sabu Mandari Dihukum Berat

Dari catatan kepolisian, pelaku merupakan seorang mantan narapidana yang terjerat kasus pembunuhan beberapa tahun lalu. Waktu itu pelaku divonis 9 tahun kurungan badan.

Saat ini, berkas perkara pelaku sudah dilimpahkan dan sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa oenuntut umum. Untuk tahap duanya, tinggal menunggu hasil koordinasi dengan jaksa untuk dilimpahkan.

Pelaku disangkan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) Jo Pasal 76D atau Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku terancam pidana paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkasnya. (cr-sid).

Komentar Anda