Mantan Kades Banjar Sari Ditahan Kejaksaan

DITAHAN: Mantan Kades Banjar Sari Zuhri saat digelandang ke mobil tahanan oleh penyidik Kejari Lotim kemarin. (M Gazali/radarlombok.co.id)

SELONG — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) resmi menahan mantan Kades Banjar Sari Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur Zuhri tersangka kasus dugaan penyelewengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid 2020 dan penyimpangan anggaran desa lainnya.

Yang bersangkutan ditahan setelah menjalani pemeriksaan tambahan dengan status sebagai tersangka Senin (14/6). Tersangka sendiri datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 Wita. Mengenakan baju batik dan celana panjang warna coklat, setibanya di kantor Kejari, Zuhri langsung bergegas masuk ke ruang pemeriksaan pidsus. Sekitar pukul 14.00 Wita tersangka keluar dari ruang pemeriksaan mengenakan rompi tahanan warna orange. Tanpa banyak komentar tersangka pun digelandang ke dalam mobil untuk ditahan di Lapas kelas II B Selong. ” Ya hari ini kita lakukan terhadap mantan Kades Banjar Sari,” kata Kajari Lotim Irwan Setiawan.

BACA JUGA :  Diteriaki Jambret, Dian dan Nasrullah Dibekuk

Keputusan penyidik untuk menahan tersangka terangnya, karena berbagai pertimbangan. Pertama yaitu pertimbangan formil karena mengingat kasus yang membelitnya diancam kurungan penjara dia tas lima tahun. Pertimbangan kedua, melihat status yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sebagai kades, sehingga dikhawatirkan akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti termasuk juga sebagai upaya untuk mempercepat agar kasus yang membelitnya itu segera bergulir di pengadilan.” Penanganan sendiri akan berlangsung selama 20 hari kedepan terhitung sejak ditahan. Namun nanti akan kita lihat perkembangannya seperti apa,” lanjut Irwan.

Kasus yang menjerat tersangka imbuhnya bukan hanya sekedar penyelewengan BLT Covid. Tersangka juga telah melakukan penyelewengan anggaran BUMDes dan anggaran pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hal itu pun diperkuat dengan hasil audit yang telah diterima dari inspektorat. ” Berdasarkan hasil audit inspektorat nilai kerugian negara mencapai Rp 200 juta. Selama 20 hari penanganan berkas tuntutan tersangka segera tuntas sehingga bisa secepatnya dilimpahkan ke pengadilan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pesta Miras dan Mesum di Pantai Ketapang, Empat Pelajar Ditangkap

Dari hasil penyelidikan ujar Irwan, pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan pihak lain terkait penyelewengan anggaran desa tersebut. Uang itu sepenuhnya telah dipakai oleh tersangka untuk keperluan pribadi. ” Untuk sementara hanya ada satu tersangka, ” tutupnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Lotim Lalu M Rasyidi menjelaskan atas perbuatannya itu mantan Kades Banjar Sari ini dijerat dengan pasal 2 subsider pasal 3 Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi. Jika terbukti tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Terpisah tersangka Zuhri tak bisa berkomentar banyak ikhwal penahanannya itu. Ia tampak pasrah dan menerima sepenuhnya proses hukum yang menimpanya itu. ” Saya akan terima saja,” katanya singkat. (lie)