Mantan Anggota DPRD Ini Bantah Cabuli Putrinya

DITAHAN: Pelaku pencabulan putri kandungnya AA saat diamankan oleh pihak kepolisian. (Dery Harjan/Radar Lombok)

MATARAM – Mantan anggota DPRD NTB berinisial AA (65 tahun) ditangkap karena diduga telah mencabuli putrinya Senin lalu (18/1/2021).

Saat dihadirkan pada jumpa pers oleh kepolisian, mantan anggota dewan empat periode ini membantah tela melakukan mencabulan terhadap putrinya WM (17 tahun). ”Saya tidak melakukannya,” bantahnya Kamis (21/1/2020).

AA mengaku dia sudah lama tidak bertemu. Dia sudah bercerai dengan ibu kandung WM. Dia datang untuk memenuhi keperluan WM yang mau masuk perguruan tinggi. ”Dia minta kebutuhan-kebutuhannya. Minta HP, saya kasi uang untuk beli sendiri. Dia minta buku tulis apa segala,” katanya.

AA kembali menegaskan tidak melakukan pencabulan terhadap korban. Dia pun mengaku tidak tahu dengan hasil visum yang disampaikan polisi. ” Tidak. Masak anak sendiri (dicabuli). Dia anak kandung saya itu,” tegasnya.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi mengatakan, tersangka ditangkap di sebuah hotel di wilayah Cakranegara Selasa (19/1/2021). Sebelumnya polisi melakukan pencarian di rumahnya tetapi tersangka tidak ada. Penangkapan ini setelah polisi mengantongi hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara dan keterangan saksi-saksi. ”
Pengakuan tersangka sih tidak mengakui. Tapi dari hasil visum dan saksi-saksi itu mengarah ke yang bersangkutan. Hasil visum ada luka tidak beraturan pada kemaluan korban,” jelasnya Kamis (21/1/2020).

Saat kejadian, pelaku datang ke rumah yang ditempati korban bersama ibunya. Saat itu rumah sepi. Ibu dari WM yang merupakan istri kedua AA tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Rumah yang sepi, dimanfaat pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnya itu. ” Ibunya ini istri kedua pelaku dan sedang sakit akibat Covid-19 di rumah sakit. Saat kejadian, korban bersama pelaku berdua di rumah,” terangnya.

Begitu pelaku datang, korban dipeluk seperti ayah dan anak. Pelaku lalu mengelus punggung korban lalu disuruh mandi. Selesai mandi, korban ke kamarnya hendak mengambil pakaian. Ternyata ada tersangka. Kemudian korban diminta duduk disampingnya. Saat duduk di tempat tidurnya itu, tersangka menarik korban hingga posisi tertidur. kemudian tersangka membuka handuk korban. Lalu sempat terjadi pencabulan.

Selain menahan pelaku, polisi mengamankan barang bukti yaitu satu buah surat hasil visum dari dokter. Satu lembar handuk warna krem, satu lembar celana dalam warna abu-abu dan beberapa potong pakaian lainnya. ”Pengakuan korban, ini baru pertama kali,” kata Heri. Polisi menjerat AA dengan Pasal 82 Ayat 2 Perppu 1/2016 Juncto Pasal 76EĀ Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.(der)