Mangkrak, Dermaga Telong-Elong Terancam Ambruk

Dishub Lotim Minta Dihibahkan

Dermaga Telong-Elong
MANGKRAK : Anggota Komisi IV DPRD NTB meninjau proyek dermaga Telong Elong Lombok Timur yang mangkrak, Sabtu lalu (28/10). Sejak dibangun tahun 2007 lalu, dermaga ini tidak dimanfaatkan lagi. (DPRD NTB For Radar Lombok)

MATARAM – Nasib dermaga Telong-Elong di Lombok Timur  semakin  memprihatinkan.

Proyek belasan miliar itu masing  mangkrak sejak dibangun tahun 2007 pada masa kepemimpinan Gubenur NTB, HL Serinata. “Bangunan disana kata masyarakat sekitar, sering dijadikan sebagai tempat mesum. Ini tentu sangat memalukan dan membuat kami gregetan,” ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTB Nurdin Ranggabarani usai sidak  ke dermaga ini bersama anggota Komisi IV   Sabtu lalu (28/10).

Praktek mesum tersebut, terjadi karena di lokasi dermaga sama sekali tidak ada petugas. Padahal lokasi tersebut telah ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Telong Elong. “Kosong melompong, tidak ada petugas disana. Padahal itu sudah jadi UPT, mestinya ada kepala UPT. Tapi faktanya justru sepi, makanya anak-anak muda yang pakai jadi tempat mesum,” ujar Nurdin.

BACA JUGA :  Dermaga Telong-Elong Diobral ke Swasta

Temuan lainnya, bangunan yang ada bisa saja akan roboh jika tidak ada pemeliharaan. Terbukti, saat ini lampu-lampu telah rusak. Bahkan badan jembatan pelabuhan sudah mulai terkikis ombak  karena setiap hari terkena hempasan gelombang laut.

Tidak itu saja, sekitar 6 tiang pancang dermaga juga belum tuntas diselesaikan. Namun dibiarkan mangkrak begitu saja, akibatnya terlihat jelas tiang tersebut belum dicor hingga saat ini. Padahal uang rakyat yang telah dihabiskan sudah cukup besar. “Kok cepat sekali juga terkikis badan jembatan dermaga, jangan sampai semuanya roboh nanti. Dan kita lihat ujung dermaga juga sekitar 20 meter belum tuntas, masalah ini,” katanya.

Total anggaran yang telah dihabiskan untuk Dermaga Telong- Elong memang cukup besar. Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) NTB saja telah mencapai Rp 14 miliar. Belum terhitung lagi bantuan dari pemerintah pusat yang juga pernah digelontorkan.

Nurdin mempertanyakan perencanaan awal proyek tersebut. Mengingat, saat ini sudah jelas sangat merugikan rakyat dan daerah. “Dulu uang yang seharusnya kita gunakan untuk program kerakyatan, dialihkan demi proyek ini. Sekarang malah jadi gini, wajar kita pertanyakan perencanaannya,” ucap politisi PPP ini.

Komisi IV sendiri meminta gubernur  TGH M Zainul Majdi untuk segera memberikan perhatian serius atas nasib proyek tersebut. “Ini harus duduk bersama banyak pihak. Dishub harus bicarakan dengan Dinas ESDM dan dinas pariwisata juga. Dermaga itu mau dijadikan pelabuhan umum, pelabuhan angkut atau untuk pengembangan pariwisata. Setelah ada keputusan yang jelas, baru bicara anggaran,” saran Nurdin.

Apabila tetap akan dijadikan pelabuhan, ada alternatif untuk membuka rute Telong-Elong – Benete atau Telong-Elong – Labuhan Lalar Kabupaten Sumbawa Barat. Namun untuk bisa membuka rute, berbagai fasilitas harus disiapkan dengan baik. Kondisi dermaga saat ini sangat tidak memungkinkan bisa membuka rute baru.

Kapal-kapal cepat terkait aktivitas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) bisa memanfaatkan dermaga tersebut untuk bersandar. “Kan tinggal kerja sama dengan KSB, tapi jalan ke dermaga juga harus diperbaiki. Sekarang masih jalan kampung soalnya,” ujar Nurdin.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windia menegaskan, pihaknya tidak ada rencana untuk menuntaskan proyek tersebut. Berbagai fasilitas pendukung yang belum rampung, diharapkan ada pihak swasta yang menyelesaikannya.

Bayu sendiri lebih setuju dermaga Telong-Elong tetap dijadikan pelabuhan. Apalagi saat ini, telah ada perusahaan yang tertarik untuk membuka rute baru ke Kabupaten Sumabwa Barat (KSB). “Tetap kita jadikan pelabuhan, nanti rencananya buka rute baru disana. Makanya pihak swasta yang akan memanfaatkan dermaga itu kita harap juga bisa menyiapkan fasilitas pendukung,” katanya.

Terpisah Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Timur meminta agar pemprov menghibahkan dermaga ini ke pemkab. ” Akan sangat bagus kalau pemerintah menghibahkan darmaga Telong-Elong itu ke daerah, biar kita bisa mengelolanya,”kata Sekretaris Dishub Lotim, Idham kemarin.

Dikatakan, jika dihibahkan maka pemkab bisa mengelolanya. Dermaga ini bisa memberikan manfaat bagi daerah jika dikelola dengan baik. “Tentunya ini sangat baik kalau digunakan. Sekarang kita tidak bisa mengelola, karena ini milik provinsi. Kalau dihibahkan ke daerah tentunya kita sangat setuju,”katanya.   Lokasi dermaga ini sangat strategis karena tidak jauh dari lokasi wisata. Keberadaannya bisa memberikan pendapatan bagi daerah. (zwr/cr-wan)