Mandalika Mau Gelar Balap F1, Biayanya Butuh Rp 1,1 T

Sirkuit Mandalika direncanakan akan menggelar balapan F1.(ist)

MATARAM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB begitu serius menjadikan Sirkuit Mandalika sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan balapan Formula One (F1). Padahal biaya yang dikeluarkan untuk menggelar balapan jet darat ini tidak sedikit, tapi sangat mahal.

Dikutip dari Forbes, dana promotor balapan rata-rata sekitar US$ 40 juta atau sekitar Rp 575 miliar untuk menggelar satu balapan. Perhitungan kasar untuk biaya penyelenggaraan F1 mencapai Rp 1,1 triliun.

Sebagai catatan, biaya promotor dan commitment fee itu masih harus ditambah dengan biaya pembuatan sirkuit. Ini tentunya berlaku buat negara yang berniat ikut menghelat F1 tapi belum punya lintasan. Sementara jika Indonesia mau mengajukan diri, Sirkuit Mandalika sudah siap digunakan.

BACA JUGA :  Perubahan Warna Pelat Kendaraan di NTB Tunggu Arahan

Gara-gara mahalnya biaya itu juga, banyak negara menarik diri. Dikutip dari indosport.com, tahun 2018 Malaysia memutuskan berhenti menyelenggarakan balapan F1 karena tidak sanggup mengeluarkan biaya yang begitu besar. Dalam sekali balapan, pemerintah harus mengeluarkan 50 juta USD atau setara Rp 723 miliar untuk menutupi biaya penyelenggaraan F1.

Dikutip dari oto.detik.com, Grand Prix India yang terpaksa terhenti di tahun 2013 karena terlilit utang sebesar US$ 51,4 juta (Rp 740 miliar). Sementara Grand Prix Korea Selatan juga dihentikan setelah digelar selama 3 musim saja yakni dari 2010-2013. Hal ini disebabkan sepinya peminat Formula 1 dan akhirnya pihak penyelenggara tidak mendapat keuntungan.

BACA JUGA :  Diskop Daerah Diminta Aktif Dampingi Wirausaha Baru

Namun begitu, banyak negara menjadikan ajang balapan F1 ini sebagai promosi bagi negara itu sendiri terutama pariwisatanya. Makanya, banyak negara yang membiayai langsung balapan ini.

Gubernur NTB Zulkieflimansyag mengaku bahwa Sirkuit Mandalika sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat sebagai tuan rumah F1. Tinggal nanti bagaimana pembahasan mengenai commitment fee karena yang mengeluarkanya adalah pemerintah pusat sendiri sama seperti MotoGP. Tapi dengan gelaran MotoGP maupun F1 tentu Indonesia akan mendapatkan country branding. “Kita tidak tahu pasti berapa besaran commitment fee-nya, karena itu negara yang akan mengeluarkan. Ya kalaun dihitung dari penyelengaraan nggak mungkin dengan uang tiket bisa menutupi,” katanya. (rl)