Mancing di Areguling, Pria Asal Lombok Tengah Tewas Terseret Ombak

Mancing di Areguling
JENAZAH: Jenazah Sahdi saat tiba di rumah duka di Dusun Mojasari Desa Jago Kecamatan Praya, Minggu kemarin (11/2). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Nahas dialami Sahdi, 52 tahun, warga Dusun Mojasari Desa Jago Kecamatan Praya. Nyawanya tidak bisa terselamatkan setelah dinyatakan hilang saat mancing di Pantai Areguling Desa Tumpak Kecamatan Pujut, Sabtu lalu (10/2).

Di mana hari Jumat sore (9/2), korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu berangkat ke pantai Areguling untuk pergi memancing bersama enam orang warga lainnya. Dari tujuh orang itu, dua orang yakni Fajar dan Udin adalah keponakan korban. ”Korban mancing bertiga sama keponakanya. Karena empat orang temanya mancing di tempat lain,”ungkap Kadus Mojasari Desa Jago, Sahir kepada Radar Lombok saat ditemui di rumah duka, Minggu kemarin (11/2).

Dijelaskanya, korban bersama keponakannya memancing di Bukit Pengempus Pantai Areguling. Setelah sempat memancing ikan, korban bersama dua orang anggota keluarganya itu beristirahat di atas bukit Pengempus. Saat korban sedang tertidur lelap, sekitar pukul 04.00 Wita, ombak besar datang menerjang dan menyeret korban. ”Informasinya korban sedang istirahat di atas bukit Pengempus dan tiba-tiba datang ombak besar. Bahkan informasi yang kita dapatkan saat dihantam ombak pertama, dia masih bisa berteriak minta tolong. Saat mau ditolong oleh Fajar dan Udin, datang ombak kedua yang lebih besar, dan dia langsung tenggelam,” tuturnya.

Mengetahui korban hanyut sehingga keponakan korban langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga sekitar pun langsung melakukan pencarian di sekitar bukit Pengempus, namun tidak membuahkan hasil. Sehingga sekitar pukul 09.00 Wita, Fajar dan udin pulang memberitahukan kepada keluarga, bahwa Sahdi (korban) tenggelam di pantai. Setelah itu, pihak keluarga bersama Babinsa menggunakan mobil ambulans desa pergi ke pantai Areguling mencari korban.

Setelah sekian lama pencarian korban dilakukan tim gabungan dari kepolisian bersama tim SAR dibantu warga. Akhirnya warga menemukan korban sudah tidak bernyawa. Korban sendiri ditemukan di dasar laut sekitar 6 km dari lokasi kejadian setelah warga setempat menyelam mencari korban. “Warga setempat mencari korban menggunakan tiga perahu dan satu perahu kosong untuk membawa korban. Korban sendiri ditemukan masih di dasar laut dan diangkat para penyelam di desa itu,” jelasnya.

Baru sekitar pukul 11.30 Wita, korban berhasil dievakuasi ke pinggir pantai dan selanjutnya dibawa ke RSUD Praya menggunakan mobil ambulans. Selanjutnya dari RSUD Praya, jasad korban dibawa keluarga ke rumah duka dikawal aparat Kepolisian dan Tim SAR.

Dari pantauan Radar Lombok, korban tiba di rumah duka sekitar pukul 13.45 Wita dan disambut histeris ratusan warga yang sudah lama menunggu. Isak tangis tidak henti-hentinya terdengar dari warga saat jenazah dibawa ke rumah duka. “Insya Allah kita akan makamkan langsung sore ini (kemarin, red),” ungkap Inaq Sumi salah seorang kerabat korban.

Diceritakanya, jika korban saat ini meninggalkan dua orang anak dan satu orang istri. Anak pertama perempuan dan masih duduk di bangku SMA dan anak kedua laki-laki masih duduk di bangku SD. Diketahui jika korban memang senang untuk pergi memancing ke laut. “Almarhum memang sering memancing di laut,” ujarnya sembari meneteskan air mata. (cr-met)

loading...