Mamben Daya akan Jadi Desa Kerukunan

Sirojuddin (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur akan membentuk desa kerukunan di tahun ini. Desa Mamben Daya  Kecamatan Wanasaba akan jadi Desa Kerukunan. Ini salah satu upaya mencegah terjadinya konflik seperti konflik yang terjadi sekarang ini.

Dipilihnya Desa Mamben Daya karena desa ini merupakan salah satu basis Assunnah dan beberapa organisasi kemasyarakatan (Ormas) lainnya seperti Marakittalimat, NW maupun NWDI.”Kalau melihat berbagai aliran yang ada di Lotim, maka tak dipungkiri berbagai kemungkinan terjadinya insiden yang tidak kita inginkan. Atas dasar itulah kita akan membentuk Desa Kerukunan. Makanya kita akan jadikan Mamben Daya sebagai Desa Kerukunan di tahun ini. Kenapa kita tunjuk Desa Mamben Daya, karena kita melihat terjadinya potensi seperti ini,” kata Kepala Kemenag Lotim, Sirojuddin, kemarin.

BACA JUGA :  Dikes Lotim Usulkan Pemberhentian 146 Honorer

Lebih lanjut disampaikan, saat ini pihaknya telah mulai melakukan pembinaan dan pendekatan ke para tokoh masyarakat dan berbagai pihak terkait lainnya yang ada di Desa Mamben Daya. Suksesnya program ini kata dia tidak cukup hanya  dilakukan oleh Kemenag melainkan dibutuhkan  keterlibatan berbagai unsur dan lapisan masyarakat.” Terutama dukungan dari para tuan guru, tokoh masyarakat , pemuda, sangat kita butuhkan untuk menjaga kondusivitas di daerah kita,” ungkapnya.

Selain itu Sirojuddin  juga sangat menyayangkan terjadinya berbagai insiden yang terjadi beberapa hari terakhir yang dipicu beredarnya potongan video ceramah. Berbagai persoalan yang terjadi semestinya diselesaikan dengan kepala dingin, lapang dada dan mengedepankan  musyawarah.” Karena bagaimanapun kebersamaan dan kerukunan yang selama ini telah terbina dengan baik di Lotim supaya tetap kita terus kita pertahankan. Ketika keamanan sudah bisa kita jaga maka itu akan memberikan dampak ke berbagai lini kehidupan,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Komisaris Utama PT GKN Dicekal

Semua pihak diminta untuk menahan diri dan jangan sampai mudah terprovokasi.”Ketika ada perbedaan kalau bisa kita musyawarahkan maka akan bisa kita selesaikan dengan baik,” tandas Sirojuddin.(lie)