Maling Motor, Pecandu Judi dan Sabu Diringkus Polisi

PELAKU : Delapan maling motor berhasil diamankan Polres Lombok Tengah. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Satreskrim Polres Lombok Tengah berhasil membekuk delapan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dari delapan pelaku ini, satu orang pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat mengatakan, delapan pelaku ini ditangkap dalam waktu dan tempat berbeda. Mereka dilaporkan dari awal April lalu berdasarkan sembilan laporan polisi (LP). Para pelaku kerap melancarkan aksinya dengan modus menggunakan kunci liter T dan dari delapan pelaku ini satu orang pelaku diketahui merupakan residivis. “Dari delapan orang yang kita amankan, satu orang merupakan residivis dan para pelaku ini merupakan jaringan yang berbeda-beda. Yang melakukan penangkapan dari polres dan polsek jajaran,” ungkap AKBP Iwan Hidayat saat melakukan konferensi pers di halaman Polres Lombok Tengah, Jumat (19/4).

Baca Juga :  Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Densus 88 Tangkap 4 Orang di NTB

Iwan tidak menjelaskan secara detail nama dan inisial masing-masing pelaku ini. Namun menurutnya selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan tujuh motor hasil curian dan motor yang digunakan oleh para pelaku sebagai barang bukti. Selain itu, berbagai barang bukti (BB) lainnya seperti kunci liter T juga berhasil diamankan. “Sasaran dari para pelaku ini berbagai macam, ada satu korban yang merupakan wisatawan asing. Wisatawan asing ini menyewa motor kemudian digunakan terus hilang, kalau korban lain kebanyakan kehilangan motor sendiri. Dari delapan pelaku ini, satu orang kita lumpuhkan karena berusaha melarikan diri saat kita coba upaya paksa,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikan, TKP yang paling banyak menjadi sasaran para pelaku ini paling banyak di wilayah selatan atau Kecamatan Pujut, terutama di lokasi wisata. Para pelaku melancarkan aksinya dengan modus berkeliling mencari mangsanya, sehingga jika menemukan adanya korban yang lengah baru kemudian para pelaku melancarkan aksinya. “Rata-rata mereka menggunakan modus kunci liter T dan dari pengakuan mereka para pelaku melakukan aksi pencurian karena rata-rata untuk menggunakan sabu (narkoba, red) hingga main slot. Mereka ini ada pemain yang baru tertangkap dan ada juga yang residivis,” terangnya.

Baca Juga :  Bocah 2 Tahun Meninggal di Dalam Sumur

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyerahkan kendaraan hasil curian itu kepada pemiliknya. Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjadikan kasus pencurian yang menimpa mereka sebagai pembelajaran. “Kepada masyarakat tolong kendaraannya dijaga agar tidak hilang kembali,” imbuhnya. (met)

Komentar Anda