Malam Tahun Baru, Labuhan Haji dan Sembalun Ditutup

DITUTUP : Obyek wisata Labuhan Haji yang akan ditutup di malam pergantian tahun nanti. (M.Gazali/Radar Lombok)

SELONG-Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan  kasus Covid-19, Pemkab Lotim akan menekan kerumunan di sejumlah objek wisata saat malam pergantian tahun nanti. Sejumlah destinasi wisata yang diprediksi akan ramai pengunjung akan dijaga ketat. Salah satunya obyek wisata Labuhan Haji.

Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy mengatakan, saat malam tahun baru wisata Labuhan Haji rencananya akan ditutup. Tidak hanya Labuan Haji, objek wisata lainnya yang menjadi atensi Pemkab Lotim adalah Sembalun. “Di Lotim ini sebenarnya tidak ada yang perlu kita waspadai dan dikhawatirkan secara berlebihan meyambut pergantian tahun.  Dan juga sudah menjadi hal yang lumrah ketika tahun baru itu masyarakat terutama para muda mudi keluar rumah menikmati  pergantian tahun,” kata Sukiman kemarin.

Meski demikian lanjutnya, ancaman penyebaran Covid-19 ini tetap harus diwaspadai. Karenanya Pemkab Lotim melakukan berbagai upaya diantaranya dengan membuat posko jaga di sejumlah titik yang melibatkan berbagai unsur.  Termasuk juga memberlakukan pengawasan yang ketat terhadap sejumlah destinasi wisata.” Kita juga meminta masyarakat supaya jaga sampai  ada konvoi menyambut pergantian tahun. Makanya telah akan kita siapkan petugas gabungan di sejumlah titik untuk menghindari hal itu. Termasuk juga kita akan tutup Labuhan Haji dan Sembalun di malam tahun baru,” tegas Sukiman.

Penutupan Labuhan Haji akan dimulai pada pukul 20.00 Wita. Hal sama juga akan diberlakukan  ke objek wisata Sembalun.Sukiman menambahkan, penutupan dua objek wisata itu hanya akan berlaku di malam tahun baru saja. Untuk siang harinya tetap akan dibuka kembali. Namun  mengantisipasi terjadinya keramaian pengunjung ke obyek wisata itu, petugas termasuk pengelola wisata setempat diminta supaya memberlakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dalam arti di tempat wisata itu harus disiapkan fasilitas protokol kesehatan. Pengunjung harus menggunakan masker, menjaga jarak dan ketentuan lainnya.

Sebelumnya, Sekda Lotim, HM. Juaini Taufik, menjelaskan 

untuk mencegahan terjadinya lonjakan wisatawan Pemkab Lotim bersama unsur terkait akan memperketat akses menuju destinasi  yang ramai dikunjungi wisatawan. Hal tersebut akan dilakukan dengan cara menggelar operasi penyekatan di sejumlah titik. Diantaranya di Suela yang merupakan akses menuju ke Sembalun,  Labuan Haji, Montong Gading jalan masuk  Objek Wisata Joben dan Pringgabaya yang merupakan menuju sejumlah destinasi wisata  pantai yang ada di wilayah itu.” Yang paling utama adalah bagaimana upaya kita untuk terus meningkatkan  kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 selama libur natal dan tahun baru,” kata Sekda.

Ada empat hal  4 hal yang akan menjadi fokus pemerintah dalam pengamanan libur panjang tahun baru. Yaitu melaksanakan operasi penyekatan, memberikan imbauan kepada seluruh camat dan kepala desa untuk memaksimalkan potensi yang ada agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Termasuk mengimbau siswa sekolah melalui Dikbud  serta menghidupkan posko Covid-19.”  Konsep penyekatan tidak berarti mematikan potensi wisata yang ada, namun lebih kepada“pembatasan”. Destinasi wisata akan tetap beroperasi tetapi di beberapa titik menuju destinasi tersebut akan ada operasi penyekatan yang bertujuan memastikan kapasitas ruang memadai untuk penerapan protokol kesehatan” tegasnya.

Tujuan lainnya juga imbuh dia untuk  memastikan bahwa seluruh pelaku wisata  supaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jika  wisatawan  yang tidak menggunakan masker atau dalam kondisi yang tidak sehat, maka akan diminta untuk kembali.” Upaya tersebut kita  dilakukan karena mengingat angka Covid-19 di Lotim masih tinggi.

Operasi penyekatan telah mulai berjalan  sejak  24 Desember 2020 sampai berakhir libur panjang. Fokusnya yaitu  di  Suela, Labuan Haji, Montong Gading  dan Pringgabaya. Sedangkan untuk wisata yang di desa seperti waterpark dan taman akan diserahkan kepada petugas kecamatan di bawah kendali camat. “ Selain itu kita juga meminta petugas kecamatan dapat melakukan monitoring terhadap aktivitas di tempat-tempat wisata yang tidak bisa dijangkau oleh tim kabupaten. Begitu halnya juga masyarakat supaya tidak lalai mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini belum berakhir,” pesan Taufik.(lie)