Makna Nomor Urut 3 Paslon Makmur-Ahda (MUDA)

Pasangan Lalu Makmur Said-Badruttaman Ahda (MUDA) saat tiba dilokasi pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Mataram. (ist)

MATARAM – Dalam pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram yang digelar oleh KPU, Kamis malam (24/9) pasangan Lalu Makmur Said-Badruttamam Ahda (MUDA) memperoleh nomor urut 3.
Namun ada makna nomor urut 3 bagi Paslon Makmur-Ahda (MUDA) yang ternyata sesuai dengan program kerja unggulan yang dimiliki dan dipersiapkan paslon MUDA, jika dimanahkan masyarakat untuk memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan. “Nomor urut 3 ini sesuai program unggulan Paslon MUDA, yakni Prokes,” kata Calon Wali Kota Mataram, Lalu Makmur Said, didampingi Calon Wakil Wali Kota Mataram, Badruttamam Ahda.

Kartu Prokes adalah salah satu ikhtiar dari paslon MUDA, yakni kartu sakti dengan 3 keunggulan dalam 3 pilar kehidupan yang akan menjadikan “Mataram Mentereng” sebagai kota yang akan selalu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan anak-anak sekolah, ketersediaan modal bagi pengusaha muda kreatif, dan layanan kesehatan gratis bagi warga kota yang membutuhkan. Kartu prokes yang membantu perbaikan dalam 3 bidang ini, yaitu di bidang kesehatan, bidang ekonomi dan bidang sosial yang menjadi ikhtiar utama yang akan diprogramkan dan dilaksanakan oleh Paslon MUDA.

Lantas, darimana anggaran bagi program unggulan Prokes? “Ada, anggaran itu ada di kota. Kami sudah siapkan strategi untuk mengelolanya, sehingga tepat guna,” tandas mantan Sekda Kota Mataram tersebut. “Kartu Prokes ini menjadi program unggulan kami untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial pendidikan,” sambung Makmur.

Menurutnya, program Prokes ini ternyata mendapat sambutan positif di tengah masyarakat. Karena dengan memiliki kartu Prokes, maka masyarakat bisa berobat gratis, menyekolahkan anaknya secara gratis, ditambah perlengkapan sekolah, serta mendapatkan modal usaha tanpa jaminan. “Ini akan kami laksanakan jika kami mendapat amanah,” tegas Makmur.

Pasangan MUDA juga mengedukasi warga jangan sampai mau terlibat politik transaksional atau politik uang jelang pemungutan suara nanti. Karena memilih pasangan calon wali kota dan wakil wali kota hanya karena pemberian Sembako atau uang Rp 50 ribu, dapat merugikan lingkungannya lima tahun ke depan.
“Tapi bagaimana kita memilih pasangan yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat hingga anak cucunya ke depan,” ujar Makmur.

Selain itu, paslon MUDA juga mengimbau dan meminta kepada tim pemenangan, pendukung dan simpatisan agar tetap mengedepankan kepatuhan dan ketaatan terhadap protokol kesehatan Covid-19 selama masa kampanye berlangsung.

Senada dengan itu. Calon Wakil Wali Kota Mataram, Badruttamam Ahda mengungkapkan, dengan program unggulan Prokes itu sebagai salah solusi untuk memperkuat kesehatan dan ekonomi masyarakat ditengah situasi pandemi.

Dengan dukungan program Prokes, masyarakat diharapkan mampu melewati masa-masa sulit ditengah pandemi Covid-19. Setali tiga uang, program Prokes juga memberikan dan memperkuat permodalan usaha kecil dan menengah masyarakat. Termasuk ekonomi kreatif yang kini banyak digeluti oleh anak-anak muda dan kaum milineal.
Dengan dukungan dan suntikan permodalan itu, ditargetkan usaha ekonomi kreatif anak-anak muda milineal makin berkembang dan maju, serta bisa terus berinovasi dan berkreasi. “Program ini memang kita hajatkan bagi kepentingan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Ahda. (adv)