Makmur Said Ingin Beri Ruang Generasi Milenial Mataram Berkarya

MATARAM—Tokoh masyarakat Mataram yang juga salah satu calon potensial pada pemilihan walikota (Pilwakot) Mataram 2020 mendatang, H Makmur Said (HMS), menyoroti perlu adanya wadah pengembangan potensi dan kreatifitas untuk generasi milenial di Mataram.

Makmur Said menilai, Potensi generasi milenial di Mataram tidak kalah dari generasi milenial yang ada di kota-kota lain di Indonesia. “Untuk itu potensi generasi milennial kota mataram perlu dielaborasi dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya  berinteraksi mengembangkan kapasitas dan skil yang dimiliki,” Kata HMS di Mataram, Selasa (3/9/2019).

Mimpi besar Makmur Said ingin memberikan wadah dan fasilitas yang mendukung generasi milenial Mataram menelurkan kreasi dan aspirasinya. Dengan begitu, wajah Kota Mataram akan berbeda lantaran hidupnya aktivitas generasi milenial. “Eksistensi generasi millennial Kota Mataram perlu tetap diberikan ruang dan spirit, agar ide atau gagasan kreatifnya bisa berguna dalam mensupport pembangunan,” ucap Mantan Sekda Kota Mataram ini.

Makmur Said melihat ruang bagi generasi millennial Mataram menyalurkan minat dan bakatnya perlu diperluas jangkauannya. Dia mencontohkan berbagai fasilitas umum seperti Taman Sangkareang dan Taman Udayana, bisa ditambah dengan spot-spot lain agar menjadi ajang yang produktif buat warga kota. “Kadang-kadang aspirasi kaum milenial kurang di endorsment dalam mengambil kebijakan terkait tata kelola daerah,” ujar Makmur Said.

Ke depan, HMS ingin merangkul dan menyerap aspirasi generasi millennial agar kebijakan yang dibuat mendukung kreativitas mereka dalam berkarya secara produktif, termasuk dengan menyediakan anggaran yang khusus dalam upaya mendukung tumbuhnya kreatifitas dari generasi muda millennial kota mataram.

“Saya punya mimpi memberikan ruang yang sebesar-besarnya bagi generasi milenial di Mataram. Dari kreativitas, generasi milenial akan menghidupkan Kota Mataram lebih indah ke depan,” tukasnya.

Selanjutnya Makmur Said mengakui, mengajak generasi milennials untuk peduli pada sesuatu hal yg baru, bukan lah pekerjaan yang mudah, jika tidak bisa masuk atau mengintegrasikan diri dengan kultur ataupun kebiasaan generasi millennials.

Hal ini karena mereka memiliki tradisi tersendiri dalam mengidentifikasikan kelompok dalam minat dan kegemaran dilingkungannya. “Menggaet generasi millennials keruang yang berbeda dalam kesehariannya tanpa akulturasi sosial yang  matang , mustahil mendapatkan atensi maupun simpati dari kaum millennials ini,” pungkasnya. (gt)