Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Disita

OPERASI : Kegiatan operasi pasar di Pasar Ama Hami Kota Bima, Rabu (7/6).

KOTA BIMA – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima melakukan operasi pasar di bulan Ramadan. Ratusan kaleng makanan dan minuman kedaluwarsa di Pasar Ama Hami, Rabu (7/6) disita.

Operasi pasar dimulai sekitar pukul 09.15 wita. Tim operasi yang terdiri dari Diskoperindag, Dinas Pol PP dan kepolisian mendatangi satu persatu lapak pedagang. Kemudian memeriksa barang dagangan mereka. Dalam operasi tersebut, ditemukan puluhan kaleng susu kental manis yang sudah kedaluwarsa. Dan juga kondisi kemasan yang sudah rusak.

Kemudian ditemukan ratusan kaleng minuman ringan yang dipenuhi lumpur dan kondisi kemasan yang rusak. Tim operasi juga menemukan minyak goreng sisa yang dijual. Serta ratusan biji sabun mandi yang kemasannya sudah rusak, namun tetap dijual.

Dalam operasi tersebut, tidak ada perlawanan dari pedagang. Mereka membiarkan barangnya disita. Hanya saja mereka enggan menyebutkan dari mana barang itu diperoleh. Setelah disita, barang diangkut menggunakan kendaraan Dinas Pol PP dan Diskoperindag. “Kami terima barang disini, kami tidak tahu dari toko mana,” ujar seorang pedagang dengan nada cetus. 

Kabid Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima Ratnaningsih, SE menjelaskan, operasi pasar merupakan program rutin tahunan Pemerintah Kota Bima. Untuk melindungi konsumen sesuai dengan UU No 19 tahun 1999. Di bulan Ramadan operasi pasar akan dilakukan selama dua hari. Fokus operasi pada rokok dan juga makanan serta minuman kedaluwarsa.

Diakui Ratnaningsih, dalam operasi tersebut ditemukan banyak makanan dan minuman yang kedaluwarsa. Seperti susu kental manis yang kaleng, minuman ringan botol dan gelas, serta minyak goreng sisa. “Untuk pedagang yang menjual makanan dan minuman kedaluwarsa kami berikan teguran secara lisan. Nanti kalau mereka mengulangi lagi, akan ada teguran tertulis dan ada tindakan tegas dari kami,” tuturnya usai operasi pasar.

Menurutnya, barang hasil operasi akan dimusnahkan di TPA. Ia menduga, barang yang dijual tersebut merupakan sisa banjir. Hanya saja dari mana barang itu diperoleh, pedagang enggan menyebutkan. “Barang hasil operasi akan kami musnahkan di TPA. Anehnya, pedagang ini tidak ada yang mau ngaku, dari mana mereka beli barang ini. Kami akan tetap cari tahu, supaya gudangnya bisa digeledah,” pungkasnya. (yet)

BACA JUGA :  Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Lampaui Target