Makanan Berbahaya Ditemukan di Pasar Tradisional

makanan berbahaya
SIDAK : Petugas gabungan melakukan Sidak makanan yang dijual pedagang di pasar tradisional Lobar kemarin. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) NTB bersama Dinas Kesehatan NTB, Dinas Perdagangan NTB, YPK NTB, Dinas Kesehatan Lombok Barat dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar kembali turun ke pasar melakukan pemeriksaan makanan yang dijual pedagang (23/5) kemarin.

Dalam pemeriksaan ini, tim gabungan kembali menemukan makanan tidak layak konsumsi karena mengandung campuran zat berbahaya seperti boraks dan rhodamin B dalam produk pangan untuk berbuka puasa (takjil) di tiga pasar. Tiga pasar yang dijadikan sasaran yakni Pasar Narmada, Pasar Gerung dan Pasar Meninting.

Dalam Sidak, seluruh sampel yang telah diambil kemudian dibawa ke mobil Laboratorium BBPOM untuk dilakukan uji lab. Ada 37 sampel yang diambil di Pasar Narmada, sedangkan di Pasar Gerung ada 15 sampel dan di Pasar Meninting ada 14 sampel. “Dari pemerikaan tadi ditemukan bahan berbahaya. Terdapat rhodamin B di sambal terasi dan kerupuk merah, kemudian ditemukan boraks di mie basah,” ungkap Kepala BBPOM NTB Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih usai sidak di Pasar Narmada.

Rhodamin B sendiri ditemukan pada satu sampel kerupuk di Pasar Gerung dan satu sampel lagi di Pasar Narmada.

Sedangkan boraks ditemukan pada tiga sampel yang diambil di Pasar Narmada. Lebih lanjut, Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih mengatakan pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar akan memberikan pembinaan kepada pedagang serta akan dilakukan penelusuran ke pihak produsen. “Produk makanannya tidak kita tarik, karena pedagang kecil semua kita himbau saja,” tambahnya.