Makan Janji, Warga Batunyala Protes Dewan

PROTES : Warga Desa Batunyale Kecamatan Praya Tengah didampingi LSM Laskar NTB saat mendatangi kantor DPRD Lombok Tengah, Senin (8/1). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Puluhan masyarakat Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah mendatangi kantor DPRD Lombok Tengah, Senin (8/2).  Mereka datang untuk menyuarakan kondisi jalan kabupaten di desa mereka yang mengalami rusak parah dan tidak kunjung ada perbaikan.

Massa didampingi LSM Laskar NTB untuk menyuarakan keluhan mereka. Koordinator hearing Laskar NTB, M Zaeni mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat ini karena merasa jenuh dengan janji pejabat dan wakil rakyat. Beberapa kali warga dijanjikan akan diperbaiki jalan kabupaten yang menghubungkan beberapa dusun, seperti Dusun Riris, Tembeng, dan Majan Desa Batunyala. “Makanya kami meminta DPRD dan Pemda Lombok Tengah memperbaiki jalan yang menghubungkan beberapa dusun ini selambat-lambatnya bulan Maret ini. Karena kami sudah bosan dengan janji-janji,” desak M Zaeni saat menyampaikan tuntutan mereka di kantor DPRD Lombok Tengah, kemarin.

Apa yang dilakukan ini bukan tanpa alasan. Kerusakan jalan ini sudah puluhan tahun terjadi dan oleh pejabat yang datang ke desa itu hanya menjanjikan perbaikan saja. Tapi tidak pernah bisa terealisasi. “Jangan sampai menunggu banyak korban sehingga jalan ini diperbaiki oleh pemda,” cetusnya.

Aktivis Lakar NTB lainnya, Lalu Didi menegaskan, pengaduan masyarakat ini adalah ungkapan rasa tidak senang terhadap kinerja wakil rakyat selama ini. Dari sekian banyak wakil rakyat yang diantarkan duduk di kursi empun DPRD, belum ada satu pun berhasil memperjuangkan keluhan rakyat ini.  “Hal inilah yang menjadi legal standing kami keluarga besar Laskar NTB bergerak memperjuangkan hak dari masyarakat untuk bisa menikmati fasilitas jalan yang memadai. Berulang kali masyarakat yang mengadu kepada kami menceritakan tentang janji manis yang membuat masyarakat terhipnotis oleh para anggota DPRD,” sesalnya.

Untuk itu, pihaknya juga meminta mendesak agar pimpinan dewan mengevaluasi kinerja anggotanya. Selain itu, warga juga meminta data pengerjaan aspirasi DPRD Lombok Tengah, khususnya dapil Praya-Praya Tengah. ‘’Kami minta data ini selambat-lambatnya seminggu setelah kami hearing,’’ katanya.

Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah, Andi Mardan menegaskan, pihaknya dari DPRD tidak tinggal diam dalam memperjuangkan apa yang menjadi keluhan masyarakat. Termasuk pihaknya sudah meminta kepada pemda untuk menuntaskan jalan kabupaten yang sudah dikerjakan setengah agar bisa dituntaskan tahun 2021 ini. “Karena keterbatasan anggaran membuat berbagai pengerjaan jalan ini tidak bisa dilakukan. Terlebih dengan adanya refocusing akibat pandemi Covid-19 ini. Tapi kita terus berjuang agar seluruh jalan kabupaten ini menjadi jalan mantap, meski dilaksanakan secara perlahan,” ungkap Andi Mardan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya juga mengaku memahami apa yang dirasakan masyarakat terkait kondisi jalan yang ada, namun pihaknya menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menganaktirikan. “Tapi yang terjadi saat ini kita tidak terlepas dari kondisi Covid-19 yang membuat tidak bisa dikerjakan tahun 2021 ini. Akibat refocusing yang dilakukan membuat pada tahun 2020 lalu kami tidak menyelenggarakan penanganan jalan. Konsekuensinya apa yang sudah dicanangkan tahun 2000 itu akan dikerjakan tahun 2021 dan ini sudah ditetapkan,” tegasnya. (met)