Maju di Musda Golkar NTB Ahyar Klaim Masih Direstui DPP

BERSAING: Selain HM Suhaili FT dan Dinda, Ahyar dan Mohan juga disebut akan bersaing merebut pimpinan DPD I Partai Golkar NTB. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar NTB akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Banyak nama sudah bermunculan untuk menakhkodai partai pemenang di DPRD NTB itu.

Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar NTB, Hj Isvie Ruvaeda menyampaikan, pelaksanaan Musda yang sempat beberapa kali tertunda itu akan dilaksanakan bulan ini. “Katanya sih Musda bulan ini, apakah minggu depan, atau hari apa, kita tunggu ini,” terang Isvie.

Kepastian tanggal pelaksanaan Musda belum dikirimkan oleh DPP Golkar. Namun sesuai informasi yang didapatkan Isvie, Musda memang akan dilaksanakan setelah pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang sudah berlangsung.

Isvie yang merupakan Ketua DPRD Provinsi NTB, mengaku berbagai persiapan telah dilakukan. Dirinya selaku SC bersama Organizing Committee (OC) sudah siap melaksanakan Musda. “Sekitar Januari memang dijadwalkan, atau Februari awal mungkin. Belum ada petunjuk dari DPP. Kita sih di daerah sudah siap,” katanya.

Bagi kader yang ingin menjadi Ketua DPD I Golkar NTB, harus mempersiapkan diri mulai saat ini. Pasalnya, untuk menjadi calon Ketua tidak mudah. Terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi. Salah satu syarat penting yang harus dimiliki calon ketua, mendapatkan dukungan minimal 30 persen dari pemilik hak suara. “Musda Golkar dipilih oleh yang memiliki hak suara. Tidak ditentukan DPP. Mekanismenya, calon diusulkan minimal oleh 30 persen pemilik hak suara. Baru dikatakan bisa jadi calon,” jelasnya.

Mekanisme tersebut tidak bisa diakali. Pasalnya, kader yang ingin menjadi ketua tidak sekadar melampirkan dukungan 30 persen suara saja. Namun nantinya, panitia akan melakukan verifikasi atas dokumen pendaftaran yang diajukan terkait pernyataan dukungan tersebut.
Apakah Isvie akan maju dalam Musda kali ini? Mengingat, posisinya sebagai Sekretaris dan Ketua DPRD NTB cukup kuat untuk melanjutkan kepemimpinan Suhaili FT. Menurut Isvie, dirinya sama sekali tidak tertarik menjadi Ketua partai. “Saya gak maju. Yang maju itu ada Pak Ahyar, Pak Mohan, Pak Suhaili. Mungkin Bu Dinda (Indah Damayanti Putri) juga,” ungkap Isvie.

Ditegaskan, dirinya tidak tertarik ikut bertarung dalam Musda, karena ingin fokus menjalankan amanah partai sebagai Ketua DPRD NTB. “Saya gak tertarik, karena lebih tertarik menyelesaikan tanggung jawab sebagai ketua DPRD. Fokus ngurus DPRD,” katanya.

Lalu siapakah yang didukung Isvie untuk memimpin Golkar NTB? Dia tidak ingin menunjukkan dukungan kepada calon tertentu. Termasuk untuk Suhaili FT selaku pimpinannya saat ini. “Saya tidak punya hak suara untuk dukung siapapun. Jadi siapapun yang mau maju ya silahkan,” ucap Isvie.
Untuk diketahui, pelaksanaan Musda Golkar NTB sudah berkali-kali ditunda. Awalnya akan digelar tanggal 4-6 Maret 2020, namun ditunda menjadi tanggal 15 Maret. Jadwal tersebut molor lagi, dan direncanakan tanggal 22 Maret.
Akibat adanya pandemi Covid-19, Musda kemudian diundur menjadi 22 Juli. Namun kembali ditunda, dan saat ini Musda sudah di depan mata.

Ahyar Abduh yang dikonfirmasi terpisah mengaku, masih mendapatkan dukungan dari DPP Partai Golkar. DPP masih menghendaki dirinya untuk maju memimpin Partai Golkar NTB lima tahun ke depan. “Sampai saat ini dukungan DPP masih tak berubah,” klaim Ahyar Abduh menanggapi berbagai spekulasi terkait kemungkinan perubahan arah dukungan DPP partai Golkar pasca-pilkada 9 Desember, kemarin.

Diakuinya, ia sudah lama mengantongi restu ketum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartanto. Dan sejauh ini, restu dari DPP itu belum berubah. “Masih tetap (dukungan DPP, red),” terang Wali kota Mataram dua periode tersebut.

Kendati sejauh ini belum ada kepastian DPP terkait jadwal pelaksanaan Musda DPD Partai Golkar NTB. Ahyar mengatakan, ia tetap menjalin komunikasi politik elit DPP Partai Golkar. Ia pun memastikan juga tetap melakukan pendekatan dan komunikasi politik dengan pengurus DPD II kabupaten kota se-NTB, pengurus sayap partai, Dewan Pertimbangan dan lainnya. “Komunikasi kita tetap,” imbuhnya.

Walau begitu, Ahyar tak mau terlalu percaya diri. Dia menegaskan kesiapan untuk bisa menakhodai Partai Golkar NTB, jika memang dirinya tetap dibutuhkan oleh partai. “Sebagai kader tentu kita tetap siap. Jika memang dibutuhkan partai,” tandasnya.

Tercatat pelaksanaan musda Golkar NTB empat kali ditunda. Akibat tidak tercapai kesepakatan para pemilik suara. Soal dukungan sebagian besar DPD II kabupaten kota dikabarkan untuk HM Suhaili FT. Ahyar pun mengaku tak terlalu risau.

Meski di satu sisi harus diakui, dukungan DPD II untuk HM Suhaili FT membuat tarik ulur musda terus mengalami penundaan. Pasca-pilkada 9 Desember lalu, berbagai spekulasi berkembang terkait kemungkinan berubah peta politik, bahwa Ahyar tak lagi didukung DPP. “Biarkan saja orang berspekulasi,” pungkasnya. (zwr/yan)