Mahasiswa UNHAM Berhasil Kembangkan Dua Inovasi Teknologi

inovasi mahasiswa Unham
Sejumlah mahasiswa UNHAM yang ikut dalam program magang industri menyampaikan inovasi hasil karyanya di depan Ketua Taskforce Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) UNHAM Dr Padlurrahman.

SELONG – Proses magang yang dilakukan mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi (UNHAM) baru memasuki bulan kedua dari rencana empat bulan. Namun berdasarkan temuan tim monitoring dan evaluasi (Monev), ternyata mahasiswa UNHAM telah melakukan terobosan pengembangan inovasi teknologi.

Ketua Taskforce Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) UNHAM Dr Padlurrahman mengatakan, magang mahasiswa melalui program ini cukup luar biasa. Mereka telah mampu mengembangkan inovasi teknologi bagi kemajuan masyarakat.

“Ada dua produk yang akan dihasilkan di STiPark, semoga berhasil menjadi karya inovasi dan berkontribusi untuk kampus tercinta. Pertama namanya Selmo (monitoring pasien isolasi mandiri), kedua Himo (Hidroponik monitoring),” beber Padlurrahman, Jumat (1/10).

Ia menegaskan, kedua produk memiliki fungsi berbeda. SELMO (self monitoring) ini merupakan sistem monitoring untuk membantu pasien baik itu pasien home care maupun pasien isolasi mandiri Covid-19 dan lainnya. Adapun cara kerjanya dengan memberikan informasi secara realtime tentang kondisi pasien berdasar data yang diterima oleh sensor-sensor, baik itu data suhu tubuh, kadar oksigen, denyut jantung dan lainnya.

Produk kedua, yaitu HIMO  (hidroponik monitoring) berbasis android untuk membantu petani atau budidaya hidroponik agar bisa dimonitoring secara realtime tentang kondisinya dan bisa melakukan otomatisasi pemberian nutrisi dan menyalakan water pump (pompa airnya).

“Semoga berhasil menjadi karya inovasi dan berkontribusi untuk kampus tercinta, serta untuk masyarakat NTB,” harap Padlurrahman yang juga Direktur LP3M UNHAM.

Lebih lanjut ia menyebutkan, magang industri mahasiswa Prodi Teknik Informatika di STiPark NTB ini ada 10 mahasiwa. Kemudian dikelompokkan menjadi dua kelompok. Setiap kelompok memiliki produk inovasi yang dibuat di lokasi magang. Namun karya mahasiswa ini masih dalam riset alias belum final, karena belum uji coba.

“Semoga kedua produk karya mahasiswa ini berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kita juga, bisa dikembangkan menjadi produk andalan daerah untuk NTB Gemilang dan bisa diproduksi dalam jumlah besar untuk Indonesia,” harapnya. (luk)

BACA JUGA :  Prodi Farmasi Gelar Workshop Peninjauan Kurikulum