Mahasiswa UIN Mataram Tuntut Keringanan UKT

AKSI PROTES : Puluhan mahasiswa UIN Mataram menggedor rektorat untuk meminta kejelasan terkait UKT. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Puluhan mahasiswa UIN Mataram memprotes pihak rektorat, karena mahalnya biaya pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Mahasiswa menuntut pihak kampus UIN Mataram memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada semua mahasiswa. Namun, justru pihak kampus UIN Mataram tidak memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa yang mengajukan.

Puluhan mahasiswa UIN  Mataram dalam aksinya, mereka meminta supaya diberikan keringanan UKT, serta informasi di lingkungan kampus diberikan akses jangan sampai dibungkam seperti saat ini, karena bisa menjadi preseden buruk dunia pendidikan.

Koordinator Aliansi Mahasiswa UIN Mataram, Thomy Satria Gunawan mengatakan sejak keluhan yang disampaikan terkait problematika mahasiswa yang di suarakan melalui media sosial, bahkan permohonan audiensi dan aksi mimbar bebas secara langsung, namun tidak pernah digubris oleh rektor. Hal ini disebut telah menciderai demokrasi yang dilakukan oleh rektorat UIN Mataram.

BACA JUGA :  Sekolah Swasta di Mataram Berpotensi Bubar

‘Kami sudah menyampaikan problematika yang ada di UIN Mataram melalui medsos dan audensi dan aksi mimbar bebas, namun pihak rektorat tidak menyentuh apa yang menjadi keluh-kesah mahasiswa selama ini,” ungkap Thomy Satria.

Dikatakan, aksi yang dilakukan ini untuk mengetuk pintu hati petinggi UIN Mataram, agar mendengarkan keluhan mahasiswa, jangan sampai ini menjadi bumerang untuk rektorat sendiri. Selain itu, rektorat membuat kebijakan tertutup dan abai terhadap kepentingan mahasiswa dan ini menjadi persoalan yang akut. Bahkan, kampus UIN Mataram seolah-olah tidak ada ruang dialog antara rektor dan mahasiswa.

BACA JUGA :  Ingin Jadi Perawat

“Hari ini kami turun untuk meminta kejelasan terkait UKT. Sebab kebijakan rektor menaikkan UKT pada mahasiswa baru, serta keringanan UKT pada mahasiswa lama sampai saat ini belum jelas muaranya,” katanya.

Dia mengaku jika mahasiswa sudah melakukan berbagai cara untuk meminta pimpinan kampus terbuka dan menerima masukan, diantaranya melibatkan mahasiswa dalam perencanaan dan program kampus, memberikan kebebasan pada mahasiwa untuk berserikat dan berekspresi tanpa ada tendensi dan intervensi.

sementara itu, Rektor UIN Mataram Prof H Mutawali dihubungi via pesan singkat WhatsApp dan didatangi ke ruangannya tidak memberikan respon terkait hal tersebut, sampai berita ini diturunkan. (adi)