Mahasiswa UIN Mataram Tolak Demokrasi Curang

Terkait Pemilihan HMJ di FDIK

UIN Mataram
AKSI DEMO : Puluhan mahasiswa mengelar aksi demo menuntut Wakil Dekan III untuk segera mencopot SEMA dan DEMA FDIK dari jabatannya. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus untuk menuntut supaya pendidikan demokrasi dilakukan dengan transparan.

Puluhan mahasiswa FDIK UIN Mataram memprotes adanya keganjalan dalam proses pemilihan ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di FDIK UIN Mataram. Pasalnya,  dalam proses pemilihan pemilihan ketua HMJ tersebut ditemukan banyak keganjalan, berupa aturan yang diterapkan oleh senat mahasiswa FDIK, seperti pengambilan keputusan secara pihak yang memutuskan membatalkan acara pemilihan lantaran dinilai tidak patut terhadap prosedural peraturan organisasi (PO) di UIN Mataram.

BACA JUGA: PPDB Sistem Zonasi Gunakan Google Maps

“Banyak aturan karet yang dibuat oleh Senat Mahasiswa FDIK. Mereka memutuskan secara sepihak bahkan keputusan di anggap sangat kontrofersi lantaran tidak sesuai dengan apa yang tertulis di dalam peraturan PO,” kata Koordinator Umum Aliansi FDIK UIN Mataram Andri Khan.

Andri menyatakan tindakan Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa FDIK UIN Mataram dinilai sebagai penyalahgunaan wewenang dikarenakan jalur koordinasi yang diterapkan pada saat mencekal acara pemilihan tersebut menyalahi garis koordinasi yang ada di PO.

Menurutnya, tindakan Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa FDIK bisa berimbas terhadap keputusan pemilihan sah yang telah diadakan oleh KPUM HMJ se –FDIK. Namun dengan kondisi ini tidak disahkan sebagai pemilihan yang punya legalitas dan memaksa untuk diadakan pemilihan ulang.

“Masak mau diadakan pemilihan ulang oleh Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa FDIK, karena calon mereka kalah,” bebernya.

BACA JUGA: Tiga Siswa MAN 2 Mataram Lolos ke Australia

Andri menegaskan bahwa mahasiswa di FDIK UIN Mataram berdasarkan hasil kajian bersama, maka akan menuntut beberapa hal sebagai berikut, menuntut SEMA FDIK untuk segera mengesahkan hasil pemilihan yang diadakan oleh KPUM HMJ KPI pada 13 Mei 2019.

Selain itu, lanjut Andri dalam pernyataan sikapnya menolak untuk dilaksanakannya pemilihan ulang yang akan di laksanakan pada Senin 20 Mei 2019 dan menegaskan pemilihan secara parlemen/aklamasi dari mulai tingkatan jurusan, fakultas sampai universitas. Bukan hanya itu, menuntut pelaksanaan pemilihan HMJ, SEMA /DEMA fakultas/universitas dan presiden mahasiswa secara demokrasi pemilu raya.

“Kami menuntut WD III FDIK UIN Mataram untuk segera mencopot SEMA dan DEMA FDIK dari jabatanya, karena proses pengangkatanya sarat akan manipulasi dan kecurangan,” tegasnya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid