Mahasiswa S2 Kebidanan Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan Aisyiyah Kotagede Gugah Semangat Perempuan Korban KDRT

YOGYAKARTA–Dalam rangka memberdayakan perempuan korban kekerasan dalam dalam rumah tangga (KDRT), mahasiswa S2 Kebidanan dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kotagede mengadakan program bantuan komprehensif di Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 7-13 Juni 2024.

Program ini mencakup aspek kesehatan, psikologi, dan sosial untuk membantu para korban bangkit dan mandiri. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah serius yang memengaruhi banyak perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Pimpinan Cabang Aisyiyah Kotagede dengan jaringannya yang luas dan pengalaman dalam advokasi sosial, memainkan peran penting dalam memberikan dukungan emosional dan psikososial kepada korban KDRT. Dukungan ini sangat bersifat krusial, dengan melalui berbagai program seperti konseling, kelompok dukungan, dan dukungan sosial.

Salah satu aspek penting dalam membantu korban KDRT yaitu pemberdayaan ekonomi, selain membantu korban secara lansung, sinergi ini juga fokus meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu KDRT.

Kegiatan ini berlansung di bawah bimbingan Dr. Ismarwati, MH. Kes., seorang pakar dalam bidang kebidanan dan hukum kesehatan. Pimpinan Cabang Aisyiyah Ranting Basen Kotagede juga melibatkan berbagai aktivitas.

Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif bagi para korban. Para mahasiswa juga berkolaborasi dengan psikolog (PPA) dan majelis ekonomi dan sosial untuk memastikan para korban mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Dalam konteks ini ada beberapa program yang ditawarkan yaitu program konseling psikolog, program pemeriksaan kesehatan rutin, program pelatihan keterampilan hidup, program seminar dan workshop.

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Aisyiayah Ranting Basen Dra. Umi Hidayati, M.Pd., menekankan bahwa pentingnya pendekatan secara holistik dalam pemberdayaan perempuan korban KDRT. “Kami tidak hanya fokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kemampuan ekonomi mereka. Dengan memberikan pelatihan keterampilan, kami berharap korban KDRT dapat mencapai kemandirian finansial di masa depan,” jelas Dra. Umi.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kotagede Ranting Basen Dra. Hj. Muftiyah Hidayati menyoroti pentingnya kolaborasi ini. “Sinergi dengan mahasiswa S2 kebidanan Universitas Aisyiyah Yogyakarta memungkinkan kami untuk menjangkau lebih banyak dan memberikan bantuan yang lebih efektif,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak korban KDRT yang terbantu serta masyarakat menjadi lebih sadar dan peka terhadap isu KDRT. Ke depannya, mahasiswa S2 kebidanan dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kotagede berencana memperluas program ini ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Sinergi antara mahasiswa S2 Kebidanan Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kotagede merupakan suatu contoh kolaborasi yang baik dan efektif dalam melakukan pemberdayaan perempuan sehingga memungkinkan untuk mengatasi isu sosial yang kompleks seperti KDRT, dengan menggabungkan kekuatan akademis, dukungan emosional, pemberdayaan ekonomi, edukasi masyarakat dan penelitian.

Salah satu mahasiswa S2 kebidanan yang terlibat dalam program ini, Thoyibatul Islami, juga berbagi pengalamannya. “Bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kotagede Ranting Basen sangat memperkaya pengalaman saya. Melalui program ini kami dapat melihat lansung dampak positif yang diberikan kepada korban KDRT, kami juga dapat melihat bagaimana organisasi Aisyiyah yang begitu berperan dalam pemberdayaan perempuan sehingga setiap perempuan yang mengalami KDRT bisa perlahan bangkit dan kembali percaya diri,” ungkap mahasiswi asal Lombok ini. (RL)

Komentar Anda