Mahasiswa dan Dosen Unram Positif Corona Terus Bertambah

Kampus Unram. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sebanyak tujuh orang dosen dan empat pegawai serta dua mahasiswa Universitas Mataram (Unram) dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kasus Covid-19 di Unram terus bertambah, menyebabkan pimpinan PTN ternama di NTB tersebut menutup aktivitas peruliahan untuk sementara waktu.

“Sudah ada tujuh orang dosen, empat pegawai dan dua mahasiswa yang positif Covid-19,” kata Wakil Rektor II Unram Prof Kurniawan kepada Radar Lombok, kemarin.

Prof Kurniawan mengatakan, awalnya jumlah dosen dan mahasiswa yang positif terpapar Covid-19 di salah satu fakultas hanya satu orang di satu Prodi. Selanjutnya, pihak kampus melakukan tracing kontak kedua orang yang pernah  berkomunikasi dan ternyata hasilnya positif. Sementara lainnya negatif atau non reaktif.

“Ada dua orang yang di-tracing juga positif dan itu termasuk 13 orang yang positif terpapar Covid-19,” sebut Prog Kurniawan.

Melihat perkembangan kasus positif Covid-10 di Unram terus bertambah, Prof Kurniawan menyebut, pihak pimpinan kemudian mengeluarkan surat edaran terkait penyesuaian sistem kerja dosen dan tenaga kependidikan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkup Unram dengan menerapkan Lockdown. Karena, berdasarkan perkembangan penyebaran Covid-19 di NTB dan lingkup Unram, serta dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terhadap dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Unram.

Kendati demikian, lanjut Prof Kurniawan, dosen masih diperkenankan untuk melaksanakan pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan secara work frome home (WFH), karena memerlukan penyelesaian di kampus/laboratorium, maka diharuskan mengantongi persetujuan dari Satgas Covid-19 Unram.

Sebagaimana dosen, Unram juga melaksanakan pekerjaan dengan menerapkan WFH,apabila pelaksanaan pekerjaan tenaga kependidikan tidak dapat dikerjakan secara WFH dan memerlukan penyelesaian di kantor, maka jumlah tendik yang bertugas diupayakan seminimal mungkin dengan tetap mematuhi protokol Covid-19 secara ketat.

“Bilamana ada dosen, tendik dan mahasiswa yang mengalami gejala pandemi Covid-19, agar segera menghubungi Tim Satgas Covid-19 Unram,” katanya.

Melalui SE tersebut, menegaskan penutupan semua sarana kampus, seperti Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM)/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), baik yang ada di universitas maupun fakultas. Kebijakan itu juga berlaku untuk asrama mahasiswa, sarana olah raga, kantin serta sarana publik lainnya yang memungkinkan orang untuk berkumpul di lingkungan kampus.

“Semua unsur diharapkan tetap melakukan monitoring produktivitas atau kinerja dosen dan tendik serta unit kerja masing-masing sesuai sistem kerja yang berlaku,” ujarnya. (adi)