Lurah Ampenan Tengah Gelar Razia KTP

DIDATA : Warga yang tidak memiliki KTP didata oleh petugas di kantor Lurah Ampenan Tengah, Sabtu (15/10).

MATARAM – Lurah Ampenan Tengah bersama aparat Trantib dan dibantu pihak kepolisian menggelar razia dokumen kependudukan (KTP) di sejumlah rumah dan kos-kosan, Sabtu (15/10). Hasilnya, petugas mengamankan 49 orang yang belum memperbaharui data kependudukan mereka selama tinggal di Mataram.” Razia ini untuk menertibkan data kependudukan,” ungkap Lurah Ampenan Tengah Hasbullah kepada Radar Lombok kemarin.

Tidak hanya KTP, pihaknya juga turun mengawasi tindak asusila, Narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. 49 orang warga tersebut diminta datang ke kantor kelurahan untuk didata. Mereka diberikan pengarahan agar segera melengkapi dokumen kependudukan mereka dengan domisili sesuai dengan lingkungan tempat tinggal mereka yang baru.

Menurut Hasbullah, pendataan ini perlu dilakukan karena selama ini banyak pendatang yang tidak melapor. Sehingga ketika terjadi apa-apa kepala lingkungan tidak bisa bertanggung jawab, karena  warga tersebut tidak terdata.”Ini kita lakukan agar mereka bisa dijamin tinggal di lingkungan,” tegasnya.

Ia juga meminta penghuni kos aktif melaporkan diri ke pihak lingkungan. Dengan begitu aparat lingkungan bisa melakukan pendataan dan pengecekan warga. Jika ada terjadi kecelakaan atau musibah, pihak lingkungan bisa membantu. “Kita hanya minta mereka secepatnya urus data kependudukan mereka,” paparnya.

Camat Ampenan Ki Agus Salim mengatakan, razia ini sebagai tindak lanjut laporan warga dan tokoh masyarakat sekitar. Banyak penduduk yang baru datang belum melapor ke ketua RT dan  kepala lingkungan.

Warga yang terjaring razia diminta untuk taat adminitrasi kependudukan. Mereka diminta segera mengurus dokumen kependudukan ke Kantor Dinas Dukcapil Kota Mataram. Sedangkan bagi warga luar untuk melaporkan diri  kepala lingkungan   dibuktikan dengan surat pindah sementara dari daerah asal. "Kita minta pemilik kos juga menyediakan data lengkap, para penghuninya," ujarnya.

Terpisah Kasi Ops Satpol PP Kota Mataram, Bambang E.YD mengatakan, razia ini untuk meminimalisir kependudukan gelap. Saat razia, tidak ditemukan barang terlarang seperti narkoba maupun senjata tajam. "Yang terjaring kebanyakan dari luar dan belum memiliki kartu pindah,"ucapnya.(ami/dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid