Lulusan SMP Nihil Corat-Coret

PENGUMUMAN: Salah satu wali murid saat menerima pengumuman kelulusan anaknya di salah satu SMP di Kota Mataram (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pengumuman kelulusan untuk siswa SMP dan MTs di Kota Mataram berlangsung pada Jumat kemarin (2/6). Dalam pengumuman itu tak terlihat adanya aksi konvoi dan corat-coret.

Adapun dari sekitar 7.611 siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN), kurang lebih ada sekitar 9 siswa dari SMPN 2 Mataram meraih nilai tertinggi.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram, H. Lalu Muhammad Sidik mengatakan, sejauh ini pelaksanaan pengumuman kelulusan siswa jenjang SMP dan MTs terbilang sangat aman. Tidak ada aksi corat-coret dan konvoi.

Kondisi ini terjadi, jelasnya, karena bertepatan dengan bulan Ramadan. “Proses pengambilan surat undangan kelulusan oleh para wali Murid berlangsung kondusif,” katanya, Jumat (2/6).

Adapun saat ditanya terkait berapa jumlah siswa yang tidak lulus. Pihaknya belum bisa menjawab dengan jelas. Karena seluruh sekolah belum menyerahkan laporan kilat kepada pihak Dikbud sebagai laporan yang sah.

Hanya saja dalam kondisi tersebut, pihaknya sangat yakin jumlah yang 7.611 siswa itu akan lulus 100 persen. Mengingat selain tidak ada standar nilai yang ditentukan pusat, siswa juga akan mendapat kesempatan yang banyak untuk memperbaiki karakternya semasa di sekolah.

“Kita belum terima laporan kilat dari masing masing sekolah, makanya kita belum bisa sebutkan, tapi Insha Allah siswa kita lulus 100 persen,” tambahnya.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Mataram, H. Lalu Suwarno menyampaikan, pada pelaksanaan pengumuman kelulusan yang dihadiri oleh para wali murid berlangsung tertib. Di sekolah ini  ada sekitar 9 siswa yang meraih nilai tertinggi pada tahun 2017 ini.

Adapun siswa yang paling tertinggi di Kota Mataram atas nama Dliya’uljihad Fiezilalil Qur’an, dengan raihan nilai sebesar 379,50.

Dari 358 siswa yang ikut UN semuanya dinyatakan lulus 100 persen dengan nilai yang cukup tinggi. Adapun yang paling menjadi kebanggaannya di sekolah yang dipimpinnya tersebut adalah, 9 siswanya memborong nilai 10 besar.

Hasil tahun ini disebutnya lebih gemilang dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga pihaknya bersama para wali murid yang menghadiri proses pengumuman itu pasti akan ikut bangga juga. (cr-rie)

BACA JUGA :  Pasca UN, 17 Laptop Diembat Maling