LSGS 2018 Sukses, Transaksi Tembus Rp 7 Miliar

LSGS 2018
GREAT SALE: Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, Ketua PHRI NTB, HL Abdul Hadi Faeshal, Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka, saat menutup pelaksanaan LSGS 2018 di Transmart Mataram, Jum’at malam (2/3). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Gelaran Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) tahun 2018 yang berlangsung selama sebulan penuh, 20 Januari – 28 Februari, membuahkan hasil yang positif terhadap industri pariwisata di NTB. Pasalnya, sudah menjadi hal biasa, jika triwulan I di awal tahun, kunjungan wisatawan anjlok, sehingga berdampak terhadap okuvansi hotel yang jauh dibawah 50 persen.

Namun berkah dari pelaksanaan Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2018, pariwisata NTB di awal tahun menggeliat cukup positif. Alhasil, okuvansi perhotelan berhasil diatas angka 50 persen. Begitu juga usaha restauran dan rumah makan lainnya, serta produk kerajinan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga ikut menggeliat.

“Alhamdulillah nilai transaksi selama pelaksanaan LSGS 2018 tembus diangka Rp 7 milyar,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, HL Moh. Faozal di sela penutupan LSGS 2018 di Transmart Mataram, Jum’at malam (2/3).

Menurut Faozal, pelaksanaan LSGS 2018 terjadi peningkatan transaksi dibandingkan dengan LSGS 2017 lalu. Hal ini menunjukan pelaksanaan LSGS 2018 lebih dipersiapkan dengan baik, serta lebih banyak hotel, resort dan juga restaurant, serta UMKM yang terlibat dalam pelaksanaan LSGS yang berlangsung selama 1 bulan penuh ini.

Kendati demikian, Faozal juga tak memungkiri jika dalam pelaksanaan LSGS 2018 masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki, untuk lebih baik pada pelaksanaan LSGS 2019 mendatang. Berbagai kekurangan itu memang tidak bisa dihindari, namun kekurangan akan menjadi bagian dari evaluasi untuk pembenahan menjadi lebih baik kedepannya. “Masalah kelemahan dan kekurangan tentu ada, tapi bisa jadi evaluasi dan benahi menjadi lebih baik. Belajar dari kekurangan untuk menjadi lebih baik kedepannya,” ungkap Faozal.

Lebih lanjut Faozal menyatakan, pada pelaksanaan LSGS 2018 ini terjadi peningkatan transaksi sebesar 30 persen, dibandingkan LSGS 2017 lalu. Perhotelan menjadi yang terbanyak transaksinya dalam gelaran LSGS 2018. Untuk transaksi sendiri masih didominasi oleh tamu nusantara (dalam negeri), baik untuk city hotel maupun resort. LSGS 2018 diikuti  48 city hotel dan resort, 32 restauran dan 24 tenant UMKM yang tersebar di beberapa titik di Pulau Lombok.

Sementara Perwakilan dari Transmart Mataram, Rio Satrio Perdana mengatakan pelaksanaan LSGS 2018 merupakan salah satu kegiatan yang bisa menarik ataupun mendongkrak minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati berbagai fasilitas pariwisata di Provinsi NTB.

Hal tersebut telah terbukti mendongkrak kunjungan wisatawan ke NTB, berdasarkan nilai transaksi yang cukup tinggi selama pelaksanaan LSGS 2018. “Harapannya, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan. Kami dari Transmart siap memberikan full suport untuk kegiatan LSGS dalam rangka memajukan pariwisata NTB,” pungkasnya. (luk)