LPMP NTB Peringati Hardiknas 2018

Hardiknas Momentum Refleksi dan Menyatukan Energi, Guna Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan

LPMP NTB
Para pegawai dari LPMP NTB yang mendapat penghargaan pegawai berprestasi.

MATARAM — Tekad tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, diantaranya LPMP NTB, BP PAUD Dikmas NTB dan Kantor Bahasa NTB, melalui momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), ingin meningkatkan sinergitas kerja antara semua UPT dan semua dinas pendidikan provinsi, kabupaten dan kota di NTB.

“Semangat kami sebagai tagline UPT Kemendikbud RI di NTB adalah melayani sepenuh hati, bersama kita bisa,” beber Kepala LPMP NTB, Minhajul Ngabidin, S.Pd, M.Si, Sabtu (5/5).

Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 2 Mei, sekaligus tanggal ini ditetapkan untuk mengenang kelahiran Pahlawan Pendidikan, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Seperti diketahui, Tema Hardiknas 2018 yakni “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Dengan tema tersebut, Hardiknas 2018 disebutnya harus dimaknai sebagai momentum untuk merefleksi perjalanan pembangunan di bidang pendidikan, merenungkan kembali hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan dalam membentuk insan yang cerdas berkarakter melalui praktik-praktik konkret, sebagai perwujudan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan Ki hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Perayaan Hardiknas di Provinsi NTB tahun ini disebutnya berbeda. Lantaran tampak dari dilaksanakannya berbagai kegiatan Hardiknas secara serentak dan terpadu Unit-Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di NTB, yaitu Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Kemasyarakatan (BPPAUD Dikmas) NTB, Kantor Bahasa NTB dengan  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Menurut mantan Kepala LPMP NTT ini, sejak dirinya mendapat mandat bertugas di NTB. Pendidikan di NTB terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Hal ini ditunjukkan antara lain dari berbagai capaian prestasi yang diperoleh siswa, guru maupun satuan pendidikan. Baik di bidang akademik, kesenian dan kebudayaan, olahraga dan kegiatan pengembangan diri lainnya.

Hal positif lain yang patut diacungi jempol adalah adanya wujud kerja keras dan kerjasama yang baik dari pelaksanaa pendidikan di daerah mulai dari dinas baik di provinsi dan kabupaten/kota sampai ke satuan pendidikan. “Pendidikan kita di NTB secara umumnya mengalami peningkatan,” lanjutnya

Salah satu bukti konkritnya adalah, tahun ini secara teknis untuk jenjang SMA/SMK di NTB telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 100 %. Namun demikian, berbagai permasalahan dan tantangan memang masih mewarnai dunia pendidikan di daerah ini, antara lain terkait kondisi tenaga pendidik yang masih perlu penguatan dari sisi kompetensi, dan perlu penambahan dari sisi jumlah.

Jumlah guru di NTB saat ini sangat kurang, dan masih banyak guru honor. Permasalahan kedua adalah belum sepenuhnya masyarakat menyadari pentingnya pendidikan yang bermutu. Masih banyak yang berpikiran bahwa yang penting anaknya sekolah. Di sisi lain peran serta masyarakat untuk bersama-sama dan berkontribusi positif bagi kemajuan sekolah masih kurang, termasuk peran dari dunia industri dan dunia usaha.

Karena itu, selaku penanggung jawab acara puncak Hardiknas di NTB. Melalui momentum Hardiknas ini, Minhajul menyebut ada tiga tujuan yang ingin dicapai, yaitu: 1) refleksi bersama, 2) sharing experience melalui unjuk prestasi, dan 3) membangun sinergi dan menyatukan energi.

Atas dasar itu, pihaknya dari tiga UPT Kemendikbud di NTB bekerjasama dengan Dikbud NTB melaksanakaan berbagai kegiatan antara lain Dialog Pendidikan, Aneka Perlombaan bagi guru, siswa dan karyawan, pemutaran film pendidikan, ziarah ke makam pahlawan pendidikan, dan aneka kegiatan untuk menumbuhkan motivasi, kebersamaan dan kekeluargaan. “Kita perbanyak kerjasama dengan Dinas terkait yang ada di NTB,” sambungnya.

Secara khusus, Minhajul Ngabidin juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Kesenian Tradisional Lombok Gendang Beleq yang tampil sangat heboh dan luar biasa. “Ini adalah salah satu media dan wahana untuk menumbuhkan pendidikan karakter pada anak-anak kita melalui pemupukan kecintaan terhadap berbagai budaya daerah dan kearifan lokal yang ada,” urainya.

NTB dengan pulau Lombok dan Sumbawa menyimpan banyak sekali potensi seni, budaya dan kearifan lokal. “Jadi yang harus kita lakukan adalah lestarikan, kembangkan dan promosikan. Potensi seni dan budaya merupakan magnet yang kuat bagi wisatawan untuk datang ke NTB. Disamping potensi keindahan alam dan berbagai hasil kerajinan kita juga,” tambahnya.

Sementara Kepala BP PAUD Dikmas NTB, Drs. Eko Sumardi, M.Pd dan Kepala Kantor Bahasa NTB, Drs. Songgo Siruah, M.Pd menyampaikan, dalam rangka memaknai Hardiknas dan untuk memberi wahana sharing experience melalui unjuk prestasi, UPT Kemdikbud di NTB (LPMP, BPPAUD-Dikmas dan Kantor Bahasa). Pihaknya semarakkan dengan menggelar berbagai kegiatan dan aneka perlombaan yang digelar secara maraton dari tanggal 22 April 2018 sampai dengan 3 Mei 2018. Kegiatan dimulai dari aksi “Ayo Maknai hardiknas” di lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day), di Jalan Udayana mataram pada hari Minggu tanggal 22 dan 29 April 2018.

Aksi ini sebutnya, bertujuan untuk mengajak masyarakat memaknai Hardiknas secara nyata, dan sekaligus melakukan sosialisasi adanya event Puncak Hardiknas tingkat Nasional dan LKS SMK ke-26 yang akan dihelat di Mataram-Lombok. “Ayo Maknai Hardiknas” juga digelar memalui Jalan santai pegawai UPT dan masyarakat, senam massal, aneka hiburan dan diikuti dengan Ngobrol Publik tentang pendidikan. (rie/adv)