Lotim Pertahankan PPKM Level 1

RAPAR KOORDINASI : Pemkab Lotim bersama stakeholder terkait menggelar rapat koordinasi untuk mempertahankan status PPKM Level 1. (Ist for Radar Lombok)

SELONG – Lombok Timur masih bertahan di level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan menjadi satu-satunya kabupaten/kota di NTB yang masih level 1. Ini diklaim karena kesigapan pemerintah daerah serta dukungan masyarakat, termasuk berkat capaian vaksinasi.” Sementara untuk kapasitas respon dan vaksinasi memadai. Demikian pula dengan persentase pemakaian tempat tidur (BOR) rumah sakit,” ungkap Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, Selasa (1/3).

Sukiman mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kinerja dan soliditas, utamanya untuk percepatan vaksinasi. Sebab mempertahankan posisi saat ini hingga dua pekan ke depan dan seterusnya dibutuhkan capaian vaksinasi minimal 70 persen untuk semua dosis dan kelompok usia.

Secara keseluruhan sebutnya, capaian vaksinasi di Lotim untuk dosis dua masih berada di angka 63,83 persen. Kondisi itu dipengaruhi capaian dosis dua lansia yang masih di angka 45,35 persen dan vaksinasi anak 6-11 tahun yang berada di 11,55 persen.

Baca Juga :  Lokasi Persembunyian Buron Kasus Proyek Kolam Labuh Terdeteksi

Karenanya, ia meminta semua pihak untuk kembali menguatkan komitmen menanggulangi pandemi Covid-19 ini, dengan menggencarkan kembali vaksinasi. “ Saya sadar semakin rendahnya keinginan masyarakat untuk melakukan vaksinasi, sehingga dibutuhkan kreativitas melalui dorongan atau stimulus guna meningkatkan peran masyarakat,” katanya.

Khusus untuk jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Lotim, Sukiman menekankan agar Kemenag Lotim aktif menyosialisasikan vaksinasi. Hal itu mengingat masih banyaknya penolakan di sekolah atau madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag Lotim.

Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono juga mengingatkan, utamanya untuk kecamatan yang capaian vaksinasi pada dosis 2 yang masih rendah, agar semua pihak terkait di wilayah itu dapat turun langsung ke lapangan.”Jangan hanya sekedar memantau tetapi juga menggerakkan warga. Dengan begitu dapat mendorong antusiasme seluruh pihak,” tekan Herman.

Baca Juga :  Dua Tersangka Proyek Kolam Labuh Labuhan Haji Diperiksa Pekan Depan

Ia juga menggarisbawahi masih cukup besarnya perbedaan capaian vaksinasi secara manual dan P-care. Dimana, terdapat ada selisih 44.926 antara data manual dan P-care. Sementara kata dia,  acuan pemerintah pusat adalah P-Care. “ Karena itu saya meminta agar Puskemas maupun Polsek serta Danramil dapat berkoordinasi dengan Batalyon P-Care atau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lotim untuk segera melakukan konsolidasi data kependudukan,” pintanya.(cr-sid)

Komentar Anda