Lotim Perkenalkan Konsep Pariwisata Trisila

HM. Mugni (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG– Berbagai upaya dilakukan Pemkab Lombok Timur untuk menggaungkan sektor pariwisata. Terlebih  sektor pariwisata Lotim perlahan bangkit di tengah pandemi Covid-19. Salah satu desa wisata di Lombok Timur, Desa Tete Batu, berhasil mewakili Indonesia di ajang “ Tourism Village 2021” yang digelar UNWTO.

Saat ini Pemkab Lotim sedang mengembangkan konsep pariwisata trisila. Konsep  Pariwisata trisila ialah  alam lestari, budaya kokoh, dan norma ditaati. Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, HM. Mugni merupakan sosok yang menggagas konsep tersebut.” Keterlibatan banyak pihak memperkenalkan wisata di Lotim menjadi faktor penentu, sehingga panorama daerah yang dikenal ‘Pulau Seribu Masjid’ ini menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” “ kata Mugni.

BACA JUGA :  Lotim Dapat 509 Formasi CPNS dan P3K

Lebih lanjut disampaikan, selain pariwisata trisila,  pengembangan pariwisata juga  melalui empat prinsip ekonomi kreatif yang merupakan hal penting untuk membangkitkan kembali pariwisata. Empat ekonomi kreatif  yang dimaksud ialah  bisa
membuat, membeli dan pakai  produk sendiri. Konsep tersebut kemudian  dijual ke masyarakat namun semuanya harus disosialisasikan terlebih dahulu. “ Apalagi sekarang ini Desa Tete Batu salah satu desa yang mewakili Indonesia pada ajang best tourism village by UNWTO tingkat dunia yang direkomendasi belum lama ini oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI,”  terangnya.

Di ajang ini ada  beberapa kriteria yang akan menjadi penilaian UNWTO. Salah satunya bagaimana masyarakat bisa menerima pariwisata internasional tanpa menggeser kearifan lokal. Karena itu pihaknya bersama sejumlah OPD terkait persiapan Desa Tete Batu dengan sebaik mungkin dengan harapan bisa keluar sebagai juara.” Selain Desa Tete Batu ada dua desa juga yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk mewakili Indonesia dalam lomba tersebut. Diantaranya salah satu desa di Jogjakarta dan NTT.  Khusus Desa Tete Batu  telah memenuhi kriteria penilaian yang telah disebutkan UNWTO. Desa tersebut layak untuk mengikuti ajang bergengsi tingkat dunia ini,” tutup Mugni.(lie)

BACA JUGA :  E-Warong BPNT Harus Dipantau dan Diverifikasi