Lotim Kekurangan Guru Agama dan Olahraga

Achmad Dewanto hadi(JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Kepala Dinas Pendikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur Achmad Dewanto hadi menyebut Lombok Timur saat ini mengalami kekurangan guru, baik itu di jenjang SD maupun SMP negeri.

Kekurangan guru tersebut khususnya untuk guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan olahraga. “Melihat jumlah sekolah di Lotim, dari tahun sebelumnya sudah merasakan kekurangan guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan guru olahraga,” kata Hadi.

Hadi menyebut, berdasarkan data tahun 2019, jumlah SD di Lombok Timur sebanyak 737 sekolah, dengan jumlah peserta didik sebanyak 123.900 murid. Sementara untuk SMP sebanyak 228 sekolah, dengan jumlah peserta didik sebanyak 38.719 siswa.

BACA JUGA :  Clean Up Rinjani, Dispar NTB Lepas 50 Pendaki

Pada saat ini, lanjut Hadi, terdapat beberapa sekolah yang memang kesulitan mendapatkan tenaga pengajar guru agama dan guru olahraga. Kedua guru mata pelajaran ini menjadi salah satu keluhan sekolah yang memang kesulitan mendapatkan guru agama. Untuk mengantisipasi kekurangan guru dua mata pelajaran ini, Pemkab Lotim melalui Dinas Dikbud, kemudian mengambil kebijakan baik di tahun 2021 ini maupun tahun sebelumnya dulu untuk mengangkat guru honorer. Pasalnya, jika berharap pada guru negeri, sampai sekarang ini tidak kunjung terpenuhi. “Kuota penerimaan CPNS untuk guru agama dan guru olahraga ini sangat minim, sehingga dari tahun ke tahun kita selalu kesulitan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Desa Montong Beter Gelar Musrenbangdes

Dikatakannya, jika berharap akan ada formasi diberikan oleh pemerintah pusat, baik itu CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini sangat minim dan tidak sesuai dengan kebutuhan.“ Kalau SDM kita yang kita miliki saya rasa cukup, tapi kuota yang sangat minim, sehingga kita terus mengalmi kekurangan guru,” katanya. (wan)