Lotim dan Kota Bima Ditunjuk Melaksanakan Sekolah Penggerak

PENANDATANGANAN : Kepala LPMP NTB Mohamad Mustari saat menyaksikan Wali Kota Bima menandangani komitmen penyelenggaraan sekolah penggerak. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB Mohammad Mustari menyebut di 10 kabupaten/kota di NTB ada dua daerah yang ditunjuk melaksanakan sekolah penggerak.

Dua daerah tersebut adalah Lombok Timur dan Kota Bima. ”Pertimbangan dua daerah ini dipilih menjadi tempat sekolah penggerak, karena keduanya memiliki komitmen,” kata Mustasi,.

Mustari menyebut, secara nasional dari 34 provinsi, ada 110 kabupaten/kota yang ditunjuk melaksanakan program sekolah penggerak. Dengan jumlah sekolah ada 2.500 satuan pendidikan, jenjang PAUD, SD, SMP maupun SMA dan SLB di tahun 2021. Sekolah penggerak ini nanti akan di launcing tanggal 1 Februari 2021 secara virtual. “Kalau SMK tidak termasuk, karena mempunyai jalur sendiri,” terangnya.

Mustari mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) mengadakan seleksi kepala sekolah calon sekolah penggerak. Dan dalam waktu dekat ini akan mengadakan seleksi. Ketika lulus nanti, kepala sekolah tersebut sekolahnya akan dicalonkan menjadi sekolah penggerak.

Selanjutnya, nanti bersama tim penilai termasuk Pemprov NTB, LPMP NTB menentukan sekolah mana yang akan menjadi sekolah penggerak di Kota Bima dan Lombok Timur. Selain itu, jika nantinya sekolah yang terpilih menjadi sekolah penggerak tidak boleh melakukan mutasi kepada kepala sekolah yang bersangkutan.

Kota Bima dan Lotim sudah jelas komitmen pemerintah daerah tidak melakukan rotasi kepala sekolah dalam jangka waktu minimal 4 tahun, pengawas maupun guru yang ada di sekolah penggerak tersebut. Kemudian menyediakan anggaran untuk mendukung sekolah penggerak tersebut dan membuat regulasi tentang sekolah penggerak. Jadi sekolah penggerak ini adalah sekolah kolaborasi, di mana ada intervensi dari Kemendikbud RI, pemerintah daerah dalam pengelolaan program sekolah penggerak.

Menurutnya, tujuan sekolah penggerak ini untuk menciptakan pelajar pancasila, peningkatan mutu dan nantinya menjadi sekolah percontohan. Adapun yang menjadi sekolah penggerak di Kota Bima maupun di Lotim, di masing-masing jenjang untuk PAUD ada 7, SDN 24 sekolah selanjutnya, SMPN 13 kemudian jenjang SMA ada 9 dan SLB ada 4.

‘Nanti hasilnya tergantung hasil seleksi di Kota Bima maupun di Lombok Timur. Mungkin di Kota Bima lebih banyak begitupun sebaliknya. Jadi ini ditentukan melalui seleksi,” tutupnya. (adi)