Loteng Masih Kekurangan Guru

Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru

PRAYA-Kepala Bidang (Kabid) Guru Tenaga Kependidikan (GTK), Dinas Pendidikan Lombok Tengah (Loteng), Bayangkari Syahid mengaku, di Loteng masih mengalami kekurangan guru.

“Di sisi lain sarjana semakin banyak, tapi kami di Loteng masih kekurangan tenaga guru yang merangkap sebagai kepala sekolah,” katanya, Jum’at kemarin (5/5).

Kekuranagn tersebut lanjutnya, dipicu karena tidak sedikit guru yang menjadi kepala sekolah. Diman mereka dalam waktu dekat sudah memasuki  masa pensiun. “Kalau tidak salah, tahun ini per Desember jumlah kepala sekolah yang akan pensiun ratusan, sedangkan disisi lain, kuota tes Cakep tidak sebanding dengan jumlah Kasek pensiun,” ungkapnya.

Dijelaskan kuota yang berasal dari Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sebanyak 40. Selanjutnya yang berasal dari Alokasi Pendapatan Belanja Nasional (APBN) sebanyak 30.

Untuk memenuhi kekurangan tersebut, pihaknya akan mengajukan sejumlah kepala sekolah yang sudah menjabat dua kali berturut turut atau 8 tahun untuk bisa diangkat kembali. Dan ini tentunya akan ada kriteria tersendiri.  

“Ada aturan yang tidak memperbolehkan kepala sekolah menjabat lebih dari dua priode. Hanya saja karena kebutuhan, yang diatas 2 priode bisa tetap menjadi kepala sekolah asal memiliki prestasi,” jelasnya.

Sedangkan di Loteng, kepala sekolah yang menjabat dua kali cukup banyak. Kepala sekolah yang berprestasi tentunya nanti akan diusulkan kembali agar bisa menjabat.(cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid