Loteng Alami Kekurangan Soal 121 Lembar

Kadian (Apenk/Radar Lombok)

PRAYA—Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Lombok Tengah sedikit terkendala. Terdapat kekuranagn soal sebanyak 121 lembar bagi sekolah yang menggelar Ujian Nasional Pensil dan Kertas (UNPK).

Kekurangan soal tersebut ditemukan di SMA Islam Attamimi Desa Pengembur Kecamatan Pujut sebanyak 40 lembar. Kekurangan lembar soal ini untuk pelajaran Sosiologi. Berikutnya, kekurangan juga dialami MA Nurul Islam, Ganti, Kecamatan Praya Timur untuk pelajaran Antropologi sebanyak 19 lembar.

[postingan number=3 tag=”un”]

Kekurangan juga dialami oleh MA NW Pepao, Desa Lekor Kecamatan Janapria, untuk soal Geografi sebanyak 11 lembar, MA Hubbul Jiron Kecamatan Pringgarata untuk pelajaran Sosiologi 21 lembar. Lalu hal sama juga dialami MA Nidaurrahman Desa Bebia Kecamatan Kopang untuk pelajaran Tafsir, Fiqih dan Qur’an Hadits sebanyak 15 lembar.

Ketua MKKS SMA Loteng, Kadian mengatakan, lembar soal untuk UNPK kurang dari jumlah yang sudah ditentukan sebelumnya. Dimana jumlah kekurangan tersebut terjadi di sejumlah sekolah yang ada di masing-masing kecamatan.

“Memang betul kita mengalami kekurangan soal sebanyak 121 lembar untuk 5 mata pelajaran,” katanya, Senin kemarin (10/4).

Kekuarang soal tersebut sudah dilaporkan pihaknya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. untuk kekurangan soal yang ada, kabarnya akan didropkan oleh Dikbud NTB.

Kekaurangan soal tersebut, bebernya, sebenarnya tidak berpengaruh terhadap pelaksanan UN, baik yang menggunakan komputer ataupun kertas pensil. Ini karena mata pelajaran yang mengalami kekurangan soal itu akan diujikan pada 13 April atau akhir pelaksanaan UN nanti.

“Kekurangan soal itu jadwal untuk hari terakhir pelaksanaan ujian. Jadi  itu tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan UNBK ataupun UNPK,” tandasnya. (cr-ap)

BACA JUGA :  Pelaksanaan UN 2017 Dinilai Lebih Simpel