Longsor dan Banjir Terjadi di Tujuh Lokasi di KLU

RENDAM: Banjir merendam sejumlah rumah di Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Minggu (13/3) malam. (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (13/3) dari pukul 14.00 WITA sampai petang menyebabkan longosr di empat titik, serta banjir setinggi lutut orang dewasa di tiga titik. Total tujuh titik lokasi kejadian bencana. “Akibat hujan lebat tadi itu terdapat empat titik longsor dan tiga titik banjir,” ungkap Kabid Darurat dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU Muhrim kepada Radar Lombok, Minggu (13/3).

Untuk longsor tersebar di Desa Tegal Maja, tepatnya tiga titik di Dusun Lendang Bila dan satu titik di Dusun Gol. Longsor di Lendang Bila ini menyebabkan rumah warga terkena material. Kemudian ada warga tersengat arus listrik dari tiang yang jatuh akibat longsor. Korban sudah dibawa ke RSUD. “Tiga titik sudah beres, satu titik (Dusun Gol) belum berani kita tangani karena kondisi tanah yang longsor masih labil, besok pagi kita selesaikan,” terangnya.

Baca Juga :  Rekrutmen Calon Perangkat Desa Dianggap Mengada-ada

Selanjutnya, banjir terjadi di tiga titik di antaranya di Dusun Swele, Desa Tanjung, dekat kantor bupati yang menyebabkan empat rumah warga terendam. Kemudian di Dusun Gubuk Baru, saluran irigasi meluap ke permukiman warga. Selanjutnya di perumahan Sigar Penjalin, tanggul jebol sehingga air masuk ke permukiman warga. “Kita berupaya mengeluarkan air dengan cara disedot,” jelasnya.

Baca Juga :  Speedboat Polair Tabrak Publik Boat

Kondisi masyarakat sampai sekarang masih aman, tidak ada korban jiwa akibat banjir karena hujan sudah berhenti, dan air pun semakin surut. Di lapangan semuanya bergerak mulai dari masyarakat, TRC, dan pemerintah desa. “Semua terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung, untuk kecamatan lain hasil monitor sampai sekarang masih aman terkendali,” katanya. (flo)

Komentar Anda