Lombok Travel Mart IV akan Dibuka Menteri Pariwisata

LTM IV: Ketua DPD ASPPI NTB, DN Wirajagat bersama Pengurus ASPPI NTB, saat memberikan keterangan pers pelaksanaan Lombok Travel Mart (LTM) ke IV tahun 2017 di Hotel Golden Palace Mataram, Senin (20/3). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)
LTM IV: Ketua DPD ASPPI NTB, DN Wirajagat bersama Pengurus ASPPI NTB, saat memberikan keterangan pers pelaksanaan Lombok Travel Mart (LTM) ke IV tahun 2017 di Hotel Golden Palace Mataram, Senin (20/3). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

DEWAN Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar Lombok Travel Mart (LTM) untuk keempat kalinya pada bulan Maret 2017 ini. Bahkan kali ini LTM ke IV tahun 2017 yang dipusatkan di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Arief Yahya.

Hal itu disampaikan Ketua DPD ASPPI Provinsi NTB, DN Wirajagat, yang didampingi sejumlah pengurus DPD ASPPI NTB lain, dan panitia LTM IV 2017, saat memberikan keterangan pers di Hotel Golden Palace Mataram, Senin kemarin (20/3).

[postingan number=5 tag=”wisata”]

Menurutnya, kehadiran Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, selain membuka secara resmi Lombok Travel Mart ke IV tahun 2017, juga akan menyaksikan langsung transaksi bisnis wisata antara para undangan travel agen dari berbagai negara di dunia, bersama para pelaku wisata yang ada di Lombok, NTB.

“Pak Menteri Pariwisata RI sudah konfirm untuk kehadirannya pada tanggal 24 Maret mendatang, dan langsung menuju lokasi acara di Hotel Lombok Paradise, Gili Air, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara,” kata Jagat.

Pelaksanaan Lombok Travel Mart ke IV tahun 2017 yang digelar DPD ASPPI NTB, sebagai bentuk langkah nyata dalam membangun dan memajukan pariwisata di NTB. Termasuk juga secara konsisten mempromosikan destinasi baru pariwisata NTB yang menjadi paket wisata bisa dijual kepada tamu melalui travel agen dari berbagai negara di dunia, termasuk juga travel agen dalam negeri.

Jagat menyebutkan, jika hingga saat ini jumlah travel agen dari berbagai negara di dunia yang sudah memastikan hadir dan resmi mendaftar untuk datang di Lombok Travel Mart ke IV tahun 2017 ditargetkan sebanyak 254 buyers dari luar negeri dan dalam negeri. “Sampai Senin kemarin (20/3), jumlah buyers yang sudah mendaftar diantaranya 10 buyers dari Australia, 10 buyers dari India, 19 buyers dari Singapura dan 10 buyers dari Malaysia. Sementara buyers dari dalam negeri berasal dari berbagai provinsi di Indonesia sebanyak 150 buyers. Kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah sampai tanggal 22 Maret mendatang,” jelas Jagat.

Ditambahkan, gelaran Lombok Travel Mart ke IV tahun 2017 diikuti sebanyak 35 seller, dengan  target nilai transaksi mencapai Rp 50 miliar. Kegiatan berlangsung dari tanggal 23 – 27 Maret 2017.

Selain itu, sebanyak 250 buyers dari dalam negeri dan luar negeri tersebut juga akan dibawa mengunjungi sejumlah destinasi baru wisata di Lombok, termasuk juga sejumlah desa wisata dan eksplorasi destinasi wisata baru untuk menjadi paket wisata ditawarkan dijual ke peserta Lombok Travel Mart ke IV 2017.

DN Wirajagat
DN Wirajagat

Mengenai adanya kekhawatiran akan kehadiran travel agen dari berbagai negara dan dalam negeri yang hanya ikut-ikutan, serta dikhawatirkan tidak bisa mengimplementasikan paket wisata Lombok. Jagat memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya, berdasarkan pengalaman pelaksanan LTM I hingga III, sejumlah travel agen yang tidak melaksanakan kesepakatannya, jika ikut mendaftar lagi langsung tidak diberikan ijin oleh panitia.

“Untuk travel agen dari luar negeri, itu direkomendasikan langsung oleh Kementerian Pariwisata RI. Untuk yang dalam negeri, kita seleksi sesuai data LTM tahun lalu,” jelas Jagad.

Gelaran Lombok Travel Mart yang digelar DPD ASPPI NTB secara rutin setiap tahun, lanjut Lalu Jagat, sebagai bentuk konkrit pelaku pariwisata yang tergabung dalam ASPPI untuk membantu pemerintah memajukan pariwisata NTB. Bahkan, DPD ASPPI NTB setiap pelaksanaasn LTM, selalu mengeksplor destinasi wisata baru sebagai bentuk promosi yang lebih luas akan potensi dan kekayaan pariwisatas NTB, mulai dari keindahan alam, laut, gunung, adat, budaya hingga kesenian yang indah dan menarik.

“Kami akan terus memperkenalkan destinasi wisata baru kepada para tamu atau wisatwan baik domestik maupun mancanegara, dengan cara menjual paket-paket wisata yang menarik, dan kompetitif tentunya,” tutup Jagat. (luk)