Lombok Diminta Pertahankan Predikat Best Halal Tourism

GENPI LOMBOK SUMBAWA: Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, didampingi Gubernur NTB, Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, dan Ketua BPPD NTB, H. Affan, meresmikan Genpi Lombok Sumbawa, Senin malam (3/10) (Sigit Setyo/Radar Lombok)

MATARAM—Anugerah Pesona Indonesia (API) yang digelar Kementerian Pariwisata RI belum lama ini, telah menempatkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai juara umum. Dimana dari 10 kategori yang dilombakan, Provinsi NTT berhasil menyabet juara di 6 kategori berbeda. Bagaimana dengan NTB?

“Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok hanya berhasil juara di satu kategori saja, yakni menu Ayam Taliwang untuk kategori hidangan tradisional terpopuler. Itupun karena saya memang menyukai Ayam Taliwang, sehingga bisa menang,” sindir Menteri Pariwisata, Arief Yahya, ketika meresmikan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Lombok Sumbawa, di Hotel Lombok Raya, Senin malam (3/10).

Menurut Arief, kenyataan ini tentu bertolak belakang dengan anugerah yang telah diraih Pulau Lombok sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, dan destinasi bulan madu halal terbaik dunia. “Persaingan industri pariwisata itu tidak hanya antar negara saja, tetapi antar daerah juga saling bersaing. Kenyataannya, NTB kalah dengan NTT. Bagaimana ini mungkin? Bukankah yang meraih wisata terbaik dunia itu Lombok, NTB,” kritik Menteri yang pada acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur NTB, TGH M Zaenul Majdi, dan Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal.

Diakui Menteri, mempertahankan predikat terbaik itu memang tidak mudah. Tetapi bukan hal yang tudak mungkin jikalau seluruh masyarakat NTB benar-benar bersatu, dan bertekad kuat untuk mempertahankan predikat sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia dan destinasi bulan madu halal terbaik dunia.

“Bagaimana? Apakah kalian sanggup mempertahankan predikat destinasi wisata terbaik dunia itu?” seru Arief kepada ratusan anak-anak muda dari 25 komunitas media sosial di NTB, anggota Genpi Lombok Sumbawa, yang dijawab serempak oleh mereka. “Sanggup”.

Kesanggupan, kemauan, tekad, dan kerja keras penting dilakukan segenap elemen masyarakat NTB untuk mempertahankan predikat sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia. “NTB kalah dengan Provinsi NTT dan Sumatera Barat di ajang nasional. Ini sekaligus membuktikan kalau geliat anak-anak muda dan para penggiat media sosial di dua daerah ini jauh lebih baik dibandingkan NTB,” gusar Arief.

Hal ini disampaikan Menteri, mengingat pada akhir tahun nanti (Desember) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, akan kembali diumumkan destinasi-destinasi yang berhak menyandang sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia. “Mumpung masih ada waktu. Terbentuknya Genpi Lombok Sumbawa ini harus bekerja keras di media sosial, dengan menjadi penggerak dan melakukan vote sebanyak-banyaknya untuk mempertahankan predikat Lombok sebagai destinasi wisata halal terbaiki dunia,” pinta Arief.

Predikat dan pengakuan ini sangat penting kata Arief. Mengingat persaingan sektor pariwisata, baik di tingkat lokal, nasional, regional, bahkan internasional itu ibarat “perang” yang harus dimenangkan. Bagaimana cara memenangkan? “Tentu saja untuk memenangkan peperangan itu harus ada Panglimanya. Demikian anak-anak muda NTB yang tergabung dalam Genpi Lombok Sumbawa, harus ada Panglima (pemimpin) untuk menang perang vote di media sosial, guna mempertahankan predikat yang telah diraih Lombok,” saran Arief.

Pemerintah tentu saja tidak tinggal diam lanjut Arief, dan akan berusaha sekuat tenaga memenangkan “perang” melawan negara-negara pesaing di ajang anugerah wisata halal terbaik dunia di Abu Dhabi nanti. “Kita (Indonesia) harus memenangkan peperangan ini. Menteri Pariwisata tidak akan tidur sebelum yakin bisa menang. Demikian Genpi Lombok Sumbawa, jangan tidur untuk mempertahankan daerahnya sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia,” tegas Menteri. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid