Logistik Bencana Alam Mulai Menipis, Anggaran Perbaikan Gedung Sekolah Belum Jelas

Untuk kebutuhan pangan, kata Asnayanti, pihaknya telah didirikan beberapa dapur umum dibeberapa posko pengungsian. Selain itu, beberapa kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Persoalan lain saat ini yakni, belasan gedung Sekolah Dasar dan SMPN mengalami rusak berat. Dinas Pendidikan telah melakukan pendataan serta verifikasi bersama tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram terkait kelayakan gedung.

Dari temuan tim, ada 42 sekolah rusak, baik yang rusak berat dan rusak ringan. Terdata rusak berat ada 11 sekolah bertingkat, 7 SD dan 4 SMP. Untuk anggaran perbaikan masih dilakukan koordinasi dengan Pemkot terkait kemampuan anggaran.

‘’ Untuk anggaran perbaikan masih dalam proses, masih lakukan koordinasi dengan Kemendikbud dan Pemkot,’’ kata Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Mataram, HL Muhammad Sidik.

Ia menyebut rapat koordinasi telah berlangsung dengan Pemkot. Sampai saat ini masih dikoordinasikan terkait jumlah kerugian. Sesuai dengan rekomendasi dari PUPR, kerusakan gedung akan disesuaikan besaran anggaranya.

Selama gempa, kata Sidik, titik fokus yakni pada sarana dan prasarana ada beberapa sekolah yang tidak memungkinkan gedungnya ditempati. Mereka ini diminta untuk membuat tenda darurat sementara. ‘’Kalangan guru telah diimbau tetap kreatif dalam memberikan arahan maupun trauma healing,’’ tegasnya.

BACA JUGA: Wisatawan Mancanegara Mulai Datang ke Gili Trawangan

Untuk kerugian gedung, ditaksir mencapai Rp 13 miliar lebih. Beberapa sekolah yang rusak berat tergolong sekolah bertingkat, seperti SMPN 6 Mataram, SMPN 2 Mataram, SMPN 1 Mataram. Kondisi gedung sekolah-sekolah ini cukup mengkhawatirkan karena beberapa gedung ada yang retak di lantai dua.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) H Mahmudin Tura mengatakan, untuk keruskaan gedung dan fasilitas publik yang sudah dihitung ada beberapa sekolah, hasil rekomendasi telah diserahkan ke masing- masing dinas terkait. Kerusakan gedung sekolah dinilai cukup parah, seperti SMPN 6 Mataram ada belasan ruangan kelas yang rusak. ‘’ Kita serahkan hasilnya ke dinas terkait maupun pimpinan kepala daerah, terkait dengan anggaran perbaikan nanti bisa dikordinasikan,’’ katanya. (dir)

BACA JUGA :  Sudah Setahun, Bale Beleq Sembalun belum Disentuh