Lobster NTB Diekspor dari Daerah Lain

MENINJAU : Gubernur NTB Zulkieflimansyah meninjau lokasi budidaya lobster di Telong Elong Kabupaten Lombok Timur, Kamis lalu (18/02). (ISTIMEWA)

MATARAM – Budidaya lobster terus berjalan di Provinsi NTB. Apalagi pascaekspor benih lobster dihentikan. Usaha para pembudidaya semakin menggeliat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, Yusron Hadi menyampaikan, kegiatan budidaya tetap berjalan dengan baik. Apalagi jumlah pembudidaya mencapai ribuan orang saat ini. “Iya masih dilakukan budidaya. Kemudian ada yang dijual langsung ke konsumen lokal, ada juga pedagang pengumpul yang mengirim ke luar daerah,” terangnya.

Setelah benih lobster dibudidayakan dan panen, lobster yang dijual ke luar daerah ternyata diekspor ke luar negeri. “Yang dikirim ke luar daerah, termasuk yang disana melakukan ekspor ke luar negeri,” ungkapnya.

Ditegaskan, kegiatan ekspor hanya dilarang untuk benih lobster. Namun setelah lobster besar, siapapun dan pihak manapun yang memiliki izin sesuai ketentuan, bisa melakukan ekspor.

Lalu ke daerah mana saja dijual? Mengapa lobster tidak langsung diekspor dari NTB? Mengingat, jika di jual ke luar daerah, tentu saja harganya jauh lebih rendah dibandingkan ekspor langsung. Apalagi selama ini NTB selalu berbicara tentang peningkatan nilai ekonomis produk dalam daerah. “Bisa tanyakan ke Dinas Perdagangan sih,” jawab Yusron.

Saat ini, lanjut Yusron jumlah pembudidaya di Provinsi NTB ada 125 kelompok. Apabila satu kelompok anggotanya 10 orang, maka jumlah pembudidaya lobster saat ini sekitar, 1.250 orang. “Lebih dari 125 kelompok di NTB,” sebut Yusron.
Baru-baru ini, Gubernur NTB Zulkieflimansyah meninjau langsung pusat budidaya lobster di Telong-Elong Kabupaten Lombok Timur. Gubernur memberikan perhatian khusus kepada puluhan kelompok nelayan lobster yang ada di sana.

Gubernur sendiri ingin budidaya lobster yang sedang berkembang bisa memanfaatkan sentuhan mesin dalam proses pengelolaannya. “Salah satu fondasi program industrialisasi adalah permesinan. Mesin akan meningkatkan nilai produktifitas dan efisiensi waktu yang lebih cepat. Apalagi mesin-mesin seperti coldstorage, coldbox, mesin pencacah dan sebagainya dapat dibuat oleh anak-anak NTB,” ujar gubernur di hadapan puluhan nelayan budidaya lobster di Dermaga Telong Elong, Kamis (18/02).
Menurut gubernur, sudah saatnya para pembudidaya memanfaatkan teknologi mesin yang ada. Sehingga di kawasan itu akan benar-benar terwujud sebagai pusat suplay bahan baku lobster dan juga rumput laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, Hariyadi Suryanggana mengatakan, pihaknya telah melakukan MoU dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjadikan kawasan Telong Elong sebagai kampung lobster. “Insya Allah dalam waktu dekat, kami bersama masyarakat budidaya lobster akan terus meningkatkan budidayanya sehingga kawasan kami layak menjadi kampung lobster,” ucapnya.

Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya masih mengalami kendala terkait masih banyaknya aktivitas penangkapan yang menganggu budidaya lobster di sekitar kawasan. Karena itu, mewakili masyarakat budidaya berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk meminimalisir kegiatan penangkapan di sekitar budidaya lobster. “Ada harapan besar kami, sehingga kawasan kami segera diwujudkan menjadi kampung lobster. Mudah-mudahan itu bisa direvisi agar kawasan lebih banyak budidaya dari pada wilayah tangkap,” ujarnya. (zwr)