Lobar Selalu Gagal Tertibkan Nelayan Kota Mataram

PENERTIBAN : Petugas gabungan saat akan menertibkan perahu milik nelayan Kota Mataram yang parkir di Pantai Senggigi. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama pemerintah Desa Senggigi menertibkan ratusan nelayan yang selama ini memarkir perahu di areal pantai Senggigi, Kamis (17/2). Perahu mereka dianggap mengganggu keindahan pantai. Sebagian besar nelayan adalah warga Kota Mataram.

Tercatat ada sekitar 200 perahu yang ditertibkan.  Perahu-perahu yang ada selama ini dikeluhkan wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan pantai. Setelah penertiban ini, Pemkab Lobar akan menempatkan personel Pol PP bersama kepolisian untuk berjaga di areal pantai.” Tempat yang sering jadi lokasi parkir itu yakni pantai depan Hotel Santosa dan Paragon. Ini nanti akan ada patroli Pol PP dan kepolisian,” kata Kades Senggigi, Mastur.

Tahun lalu Pemda juga telah melakukan upaya serupa dan meminta para nelayan asal Kota Mataram memarkir perahu di wilayah Kota Mataram. Namun, setelah itu mereka kembali memarkir perahu di tempat semula.” Dulu sudah kita siagakan, namun setelah ditarik petugasnya, nelayan kembali lagi,” paparnya.

BACA JUGA :  Buron Kasus Tambang Ilegal Ditangkap

Ini adalah persoalan lama yang sampai sekarang belum juga tuntas. Mastur berharap Pemda maksimal membantu Pemdes Senggigi terutama menganggarkan biaya patroli Pol PP dan kepolisian di lokasi ini. Ia tidak mau kalau hanya desa yang diandalkan menangani beban ini.

Terlebih katanya, persoalan ini menyangkut keindahan destinasi wisata. Di mana Senggigi hingga saat ini masih menjadi kawasan wisata penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Lombok Barat. Selama ini kalau Pemdes tidak layangkan surat, kabupaten tidak akan bergerak, kondisi ini sangat disayangkan.

BACA JUGA :  Fasilitator RTG belum Terima Gaji Enam Bulan

Mastur juga menilai Pemkot Mataram lepas tangan karena membiarkan warganya yang berprofesi sebagai nelayan memarkir perahu di wilayah Senggigi.

Kepala UPTD Pelabuhan Senggigi, Herman Zulkifli, berharap Pemkot Mataram memberi atensi dan mencarikan solusi untuk para nelayannya. Karena persoalan ini turut berdampak bagi kunjungan wisatawan di Pantai Senggigi yang terganggu oleh jejeran perahu yang memadati pantai. “ Kita sudah berupaya menghalau para nelayan, tapi belum berhasil,” aku Herman.

Sehingga pihaknya akan kembali mengupayakan langkah lanjutan untuk penertiban. Senin depan akan dilakukan penertiban kembali.” Akan kita lanjutkan, tapi setelah aa koordinasi dulu antara Mataram dan Pemkab Lobar,” tegasnya.(ami)