Lobar Oranye Lagi, Protokol Covid-19 Makin Diperketat

Hj. Erni Zuhara (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Lombok Barat, melakukan langkah antisipasi penyebaran Covid-19, menyusul perkembangan klaster pendidikan akhir-akhir ini.

SMAN 1 Gerung misalnya, semakin intens melakukan koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.” Kami lakukan koordinasi intens dengan Satgas Covid-19 kecamatan sesuai SOP dan hasil rakor satgas provinsi dengan Dikes dan Dikbud NTB,” kata Kepala SMAN 1 Gerung Hj. Erni Zuhara, saat dikonfirmasi belum lama ini.

SMAN 1 Gerung sejak beberapa bulan lalu sudah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka secara terbatas dan sampai saat ini masih berlanjut. Karena belum ada guru, pegawai, atau siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka tetap dilakukan namun terbatas.

Jika ada siswa terkonfirmasi positif, tentunya pihak sekolah akan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah provinsi. Dimana jika ada siswa, guru, atau pegawai yang positif, kegiatan belajar-mengajar tatap muka terbatas akan diberhentikan.”Kita tunggu sampai ada info resmi dari Satgas Covid-19 kecamatan. Kami koordinasi terus ini jika ada informasi yang terkait dengan kasus Covid-19,” tegasnya.

Erni menjelaskan, penerapan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan sekolah sangat ketat diberlakukan, mulai dari siswa baru datang dicek suhu tubuhnya, kemudian mencuci tangan, hingga sampai kepulangan.” Kemarin memang ada siswa yang terdeteksi suhu panas, langsung disuruh pulang tidak dikasih masuk sekolah,” tuturnya.

Setelah dilakukan pengecekan, didapatkan informasi kalau siswa tersebut sedang menderita sakit amandel.” Informasi sementara dari keluarga siswa tersebut menderita amandel,” ungkapnya.

Dalam beberapa hari terakhir ini, angka Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat naik. Pada pekan lalu masih berada di angka 25, pada pekan ini kasus Covid-19 sudah berada pada angka 44 kasus, sehingga Kabupaten Lombok Barat kembali masuk zona oranye.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tetap melakukan langkah antisipasi untuk mencegah munculnya kasus Covid-19 baru di Kabupaten Lombok Barat. Dalam rapat teknis terkait protokol Kesehatan Perjalanan Orang di Masa Pandemi Covid-19 di Ruang Jayengrane belum lama ini bupati menegaskan sebaran Covid-19 masih sangat mengkhawatirkan. “Penyebaran Covid-19 sampai sekarang masih mengkhawatirkan kita semua. Lebih-lebih ditemukan varian baru,” jelas bupati.

 Penyebaran Covid-19-19 ini perlu diantisipasi,  perlu ditetapkan langkah kongkrit agar tidak mengancam masyakarat.” Yang perlu dilakukan, semua pihak harus menjadi teladan menerapkan protokol Covid-19 terutama dalam penggunaan masker. Karena saat ini justru masyarakat menganggap Covid-19-19 sudah tidak ada,” ungkapnya.(ami)