Lobar Gagal Pertahankan Juara Umum MTQ

Lobar Gagal Pertahankan Juara Umum MTQ
PENUTUPAN MTQ: Ribuan penonton menyaksikan langsung penutupan MTQ ke-XXVIII tingkat NTB di Lombok Barat, Rabu (9/10) malam.( ZULFAHMI/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 di Lombok Barat (Lobar) ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Rabu (9/10) malam. Lobar selaku tuan rumah gagal mempertahankan predikat juara umum yang sebelumnya didapatkan pada 2017 di Kabupaten Bima.

Dewan Hakim yang dipimpin Ramli Ahmad dan Sekretaris Zaidi Abdad mengumumkan bahwa Juara Umum MTQ ke-XXVII Tahun 2019 diraih Kafilah Kota Bima dengan nilai 67. Peringkat II Kabupaten Lombok Timur dengan nilai 64, dan Peringkat III Lobar dengan nilai 63. Kemudian Peringkat IV Kabupaten Bima dan Kota Mataram dengan nilai 50. Peringkat V Kabupaten Lombok Tengah dengan nilai 43. Peringkat VI Kabupaten Sumbawa dengan nilai 30. Peringkat VII Kabupaten Dompu dengan nilai  24. Peringkat VIII KLU dengan nilai 23 dan Peringkat IX Kabupaten Sumbawa Barat dengan nilai 18.

Menaggapi hasil ini, Bupati Lobar Fauzan Khalid mengatakan, Lobar memang tidak bisa mempertahankan juara umum, namun ini dalam rangka fastabiqul khoirot. Ke depan, Kafilah Lobar siap merebut kembali juara umum MTQ. “Dalam rangka fastabiqul khoirot, Lobar siap untuk rebut kembali juara di MTQ yang akan datang,” ujarnya.

Selama tujuh hari pelaksanaan MTQ, Fauzan mengatakan pelaksanaan sukses, mampu menyedot perhatian masyarakat, khususnya warga Lobar. Hal itu terbukti dengan ramainya masyarakat hadir setiap malamnya. Bupati mengaku bangga dan kagum kepada masyarakat yang telah menyaksikan dan mendukung jalannya MTQ. “Saya yakin ini akan menjadi motivasi bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuannya dan dorongan bagi masyarakat NTB, khususnya Lombok Barat untuk mengingat dan konsisten membaca Al-Qur’an,” katanya.

Tujuan daerah mengadakan MTQ yakni ingin memasyarakatkan Al-Qur’an, dan mendorong, mencintai, mempelajari, dan mengamalkannya. “Saya sering menyampaikan keberhasilan pembangunan secara fisik itu tidak cukup, tetapi kita butuh juga intervensi keberkahan dari baca Al-Qur’an, rajin ibadah, dan menjaga silaturahmi,” tambah bupati.

Di samping itu, bupati menilai perayaan MTQ ke-28 tidak hanya mendatangkan keberkahan, tetapi juga memberi manfaat di sisi ekonomi kepada masyarakat, seperti para pedagang di area MTQ. Tidak lupa bupati juga berpesan kepada kafilah dan peserta yang nantinya keluar sebagai juara untuk terus meningkatkan kualitas sehingga menjadi lebih baik lagi, dan mampu memberikan motivasi bagi yang belum mendapatkan juara.

Menurut bupati, kegagalan tidak selamanya memupus harapan, tetapi kegagalan juga bisa dijadikan motivasi. “Saya selaku bupati berharap Kabupaten Lombok barat bisa mempertahankan juara umum. Tentu kami akan mengevaluasi jika ada kekurangan yang membuat tidak nyaman dari sisi penyelenggaraan. Saya atas nama Pemerintah Lombok Barat mohon maaf, tidak ada kesengajaan,” ungkapnya. (ami)