Lobar Dapat Jatah 1.876 Formasi CPNS dan P3K

Syahrudin (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dalam rekrutmen tahun ini sudah diumumkan, Rabu (19/5). Lombok Barat mendapat jatah 1.876 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BPSDM) Lobar, Syahrudin, mengatakan pengumuman formasi CPNS dan P3K sudah keluar dan Kabupaten Lombok Barat mendapat kuota 1.876 formasi.

Dari formasi yang ada itu, tenaga guru P3K guru mendominasi dengan total sebanyak 1.752, lalu tenaga kesehatan sebanyak 118 dan tenaga teknis sebanyak 6 orang.” Kuota yang kita dapatkan didominasi oleh pengadaan tenaga guru P3K,” jelasnya.

Sementara itu secara lebih rinci Kepala Bidang Pengadaan, Penempatan, dan Fasilitasi Purna Tugas ( P2FPT) BKD dan PSDM Lobar, Lalu Suastariadi mengatakan, tahapan seleksi dimulai tanggal 30 Mei sampai dengan 13 Juni 2021. Kemudian pendaftaran seleksi dilakukan tanggal 31 Mei hingga 21 Juni 2021.

BACA JUGA :  Mantan Anggota Dewan Ikut Nyalon Jadi Kades

Selanjutnya, seleksi Administrasi dan Pengumuman Hasil akan dilaksanakan tanggal 1 Juni sampai dengan 30 Juni 2021. Setelah pengumuman hasil, masa sanggah akan dibuka selama 11 hari yakni mulai tanggal 1 Juli hingga 11 Juli 2021. Selanjutnya, dilaksanakan SKD mulai Juli sampai dengan September 2021.

Kemudian Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru melalui CAT BKN, diadakan Juli hingga September 2021. Seleksi kompetensi P3K dilakukan setelah SKD CPNS selesai di masing masing lokasi.  Selain itu dilakukan Seleksi Kompetensi  P3K Guru Melalui CBT Kemendikbud, mulai Agustus hingga Desember. Setelah itu, dilaksanakan tes SKB CPNS mulai bulan September hingga Oktober 2021. Kemudian dilanjutkan Pengumuman Akhir dan Masa Sanggah pada bulan November 2021. Hingga Penetapan NIP CPNS/ Nomor Induk P3K pada Desember 2021.

BACA JUGA :  Kades Harus Siap Menang Siap Kalah

Menurut Kabid Pengadaan ini, pelaksanaan tes seleksi CPNS ini dilakukan secara mandiri berdasarkan arahan pusat. Hanya saja, pihaknya Sudah bersurat ke BKN untuk meminta keringanan agar bisa melaksanakan tes seleksi bergabung di UPT Kanreg di Mataram. Hal ini dialihkan karena BKD belum memiliki perangkat untuk CAT. “ Kami Sedang menunggu jawaban dari BKN, setalah lebaran ini dijanjikan ada jawabannya,” imbuhnya.(ami)