Listrik Selama MTQ Dijamin Tidak Padam

MATARAM – Pemerintah Provinsi  (Pemprov) NTB semakin gencar mempersiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).  Kekecewaan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi pekan lalu dibayar dengan kerja keras para jajarannya. Para pekerja juga terlihat sibuk bekerja dengan giat, halaman Islamic Center (IC) sebagai pusat kegiatan sudah mulai sedikit tertata rapi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Yusron Hadi menyampaikan, selain soal lokasi disana, beberapa hal yang menjadi perhatian panitia diantaranya persoalan listrik dan lampu. “Pemprov telah berbagi tugas dan tanggung jawab dengan GM PT PLN, PT Newmont, PT Pertamina dan juga BPBD NTB soal lisrik,” terang Yusron Senin kemarin (18/7).

Sejauh ini, kebutuhan dan upaya-upaya penyediaan energi listrik di 11 venue sudah terpetakan dengan baik. Secara umum pada saat MTQ kondisi kelistrikan sudah dinyatakan aman karena pada sistem kelistrikan Lombok akan mengalami penambahan daya sebesar 25 Mega Watt (MW) yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plan (MPP) 2 X 25 MW di komplek PLTU Jeranjang.

MPP 2 X 25 MW yang digroundbreaking Presiden Jokowi sebulan lalu itu memang tidak bisa seutuhnya bisa dimanfaatkan. Tetapi setidaknya yang 1 x 25 MW akan dapat dimanfaatkan saat MTQ. “Sekarang progress sudah lebih dari 80 persen dan first sincron ke sistem dilakukan 28 Juli mendatang,” kata Yusron.

Dikatakan, PT PLN berkomitmen menyiapkan sistem kelistrikan yang handal, menyiapkan genset, menyiapkan 2 orang petugas PLN dan seorang petugas Distamben di setiap venue. PT PLN juga menyiapkan genset cadangan 500 KVA di venue utama.

Sementara itu, PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) juga menyiapkan genset operasional 500 KVA, aksesoris kelistrikan serta operator di venue utama selama 10 hari. “PT Pertamina juga memfasilitasi pembelian BBM untuk genset selama MTQ. Selama MTQ diluar venue disiapkan genset cadangan dengan daya 250 KVA,” tambah Yusron.

Selanjutnya terkait lampu penerangan LED akan segera terpasang di venue utama dan lokasi EXPO. Jalur By-pass Bandara Internasional Lombok (BIL) I dan II hingga bundaran lingkar selatan telah dipastikan siaga menyala. “Insya Allah tanggal 27 Juli sudah menyala semua. Property Lighting, soundsystem, LED, aqua scan, laser dan peralatan di venue utama segera Senin tiba di Mataram.” ujar Yusron.

Sementara itu Polda NTB memastikan kesiapannya mengamankan event MTQ tingkat nasional. Petugas juga menegaskan akan berupaya mengantisipasi segala macam ancaman dan gangguan kriminalitas selama digelarnya event tingkat nasional ini. " Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan dan melaksanakan pengamanan selama berlangsungnya MTQ," ujar Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pengasetuti usai rapat koordinasi pengamanan MTQ Nasional  di gedung Rupatama Mapolda NTB, kemarin.

Untuk itu, selaku koordinator keamanan, Polda NTB akan menurunkan kekuatan penuh untuk mengamankan gelaran nasional tersebut. Upaya  ini dilakukan untuk menjaga citra keamanan dan kenyamanan peserta secara keseluruhan. " Pokoknya kita ingin keamanan dan kenyamanan peserta ini nantinya terjamin selama berada disini," ungkapnya.

Dikatakannya, dalam melakukan  pengamanan wilayah ini akan dilakukan dan tersebar di 11 titik. Antara lain Gedung Islamic Center, halaman Bank Indonesia, Gedung MAN 2 Mataram, Gedung BKD Provinsi NTB, Lapangan Sangkareang Mataram, Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Gedung Irigasi Dinas PU NTB, Taman Budaya Mataram, Ponpes Aziziah Kapek, Bencingah Bupati Lombok Barat dan Masjid Agung Praya Lombok Tengah. Selain itu, lokasi destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh para peserta akan dijaga oleh petugas. " Ini semuanya akan kita jaga secara optimal," katanya.

Tidak hanya itu saja, pengamanan yang dilakukan kepada peserta MTQ nanti dalam bentuk pengawalan. Dimulai dari pada saat datang hingga nantinya MTQ berakhir dan meninggalkan NTB. Pengawalan yang dilakukan terhadap peserta ini baik dalam keperluan lomba dan juga keperluan lainnya seperti kegiatan wisata dan sebagainya. " Jadi pengawalan itu tidak hanya dilakukan pada saat peserta akan menghadiri perlombaan tapi juga nanti kegiatan jalan-jalan saat mengunjungi destinasi wisata," ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi NTB H Lalu Gita Aryadi mengatakan, sebagai tuan rumah yang baik, pihaknya  secara khusus meminta kepada masyarakat NTB untuk menunjukkan keseharian  berupa sikap ramah selama berlangsungnya MTQ ke-26 nanti. Dikarenakan, peserta yang hadir nanti bukan hanya datang ke NTB untuk mengikuti lomba. Melainkan juga untuk keliling menyaksikan dan menikmati destinasi wisata yang ada. " Karena kita ingin menjadi tuan rumah yang baik. Jadi nanti kepada masyarakat, mari kita tunjukkan keramahan seperti sikap kita sehari-hari. Bersama-sama kita memberikan yang terbaik.(zwr/gal)