Lima Warga Sulawesi Telantar di Labuhan Haji

TELANTAR : Empat dari lima orang warga Sulawesi Utara ditemukan telantar di Pelabuhan Labuhan Haji kemarin. (Ist/Radar Lombok)

SELONG – Lima orang warga Sulawesi Utara ditemukan telantar di sekitar darmaga Pelabuhan Labuhan Haji, Selasa (4/10). Kelima orang ini diketahui bernama Ivan Mimpia, Afrialdi Bimilang, Abdul Fatah Ikrom, Lahi Gunawan dan Adnan Macpal. Mereka mengaku sudah seminggu lebih  di Labuhan Haji.  Mereka tidak punya bekal dan ongkos untuk pulang

Mengetahui kejadian ini Polres Lombok Timur berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos). Selanjutnya mereka dibawa ke kantor Dinsos Lombok Timur untuk didata dan diproses lebih lanjut.

Kadis Sosial Lombok Timur, H. Suroto, membenarkan terkait adanya lima orang warga Sulawesi Utara yang ditemukan telantar di Darmaga Labuhan Haji.”Sesuai rekomendasi dari Polres kita di beritahu ada lima orang warga Sulawesi Utara yang ditemukan telantar di sini,” terang Suroto.

Baca Juga :  Anggaran ‘Lotim Berkembang’ Masih Terbatas

Mereka berangkat dari daerah menggunakan sebuah kapal. Namun tampa disadari kapal  yang ditumpangi itu menurunkan mereka di Darmaga Labuhan Haji. Setelah itu mereka tidak tau arah mau kemana. Dan mirisnya lagi mereka tidak membawa bekal dan uang untuk ongkos untuk pulang.” Setelah diturunkan di Labuhan Haji, mereka bingung enggak tau mau ke mana. Akhirnya  mereka pun tidur  di Labuhan Haji selama beberapa hari,” lanjut Suroto.

Baca Juga :  Sekdes dan Kaur Keuangan Bagik Payung Selatan Dipecat

Setelah itu mereka punya inisiatif untuk datang ke kantor polisi meminta bantuan.  Setelah itu pihak kepolisian merekomendasikan mereka dibawa ke kantor Dinas Sosial. Untuk penanganan lebih lanjut diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi NTB terutama berkaitan dengan proses pemulangan.” Kita pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial provinsi.  Di hari ini juga ( kemarin_red) kita bawa ke mereka ke Dinas Sosial. Kita hanya sekedar memfasilitasi. Proses selanjutnya nanti pemerintah provinsi yang akan berkoordinasi dengan Pemprov Sulawesi Utara berkaitan dengan bagaimana  proses pemulangannya,” tutup Suroto.(lie)

Komentar Anda