Lima Parpol Sepakat Usung Cabup Cawabup Lobar

BERSATU: Dari kiri Ketua DPD PPP Lobar H. Ruslan, Ketua DPC PBB Lobar H. Lukman Muhktar, Ketua DPC Partai Hanura Lobar H. Khaerul Anwar, Ketua DPC PDIP Lobar H. Sardian dan Ketua DPC Gerindra Lobar H. Muhamadun kompak saat melakukan pertemuan di Kantor DPC PBB Lobar, Minggu malam (19/3) (ZULKIFLI /RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Lima partai politik (parpol) di Lombok Barat (Lobar) di antaranya Gerindra, PDIP, Hanura, PBB dan PPP sepakat untuk mengusung satu paket pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Lobar pada kontestasi Pilkada Lobar 2018.

Hal ini disepakati setelah masing-masing lima pimpinan partai  tingkat kabupaten melakukan pertemuan di Kantor PBB Lobar, Minggu malam (19/3). “Jadi kita sudah sepakat untuk mengusung satu paket pasangan calon,” ungkap Ketua DPC Gerindra Lobar H. Muhamadun didampingi Ketua DPC PDIP Lobar H. Sardian, Ketua DPC PBB H. Lukman Muhktar, Ketua DPC Partai Hanura Lobar H. Khaerul Anwar, dan Ketua DPD PPP Lobar H. Ruslan.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Diterangkan Muhamadun, saat ini paket pasangan calon belum ditetapkan namun akan diutamakan kader internal dari lima partai ini. Karena tentunya nanti di masing-masing partai juga ada mekanismenya tersendiri. “Jadi bisa saja nanti H. Khaerul Anwar berpasangan dengan H. Sardian. Pokoknya kita prioritaskan kader internal,” ungkap pemilik Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) ini.

Lebih lanjut diterangkan H. Lukman, kesepatan yang ada ini merupakan embrio akan dibentuknya koalisi lima partai dengan total 18 kursi di DPRD Lobar. Aspirasi di tingkat kabupaten ini tentunya nanti akan disampaikan masing-masing ketua ke tingkat provinsi dan pusat untuk diperkuat lagi sehingga menjadi koalisi utuh dalam menghadapi Pilkada Lobar 2018.

Ditambahkannya, ke depan pertemuan semacam ini akan ada lagi untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi. Tentu pertemuan selanjutnya akan lebih serius untuk membahas Pilkada Lobar dan siapa yang akan diusung.

Sementara itu H. Khaerul Anwar sendiri mengatakan, pertemuan ini sebagai bentuk tanggung jawab moril yang harus diemban kalangan partai politik. Sekaligus aspirasi masyarakat. “Lombok Barat milik semua, pertemuan ini juga untuk membahas keberlangsungan pemerintahan yang akan datang,” singkatnya.

Apakah ini bentuk kegusaran Parpol terhadap munculnya beberapa tokoh yang seolah melupakan keberadaan partai politik? Ketua DPC PDIP Lobar H. Sardian menolak jika dikatakan parpol di Lobar gusar. Karena menurut dia, berjalan atau tidaknya pesta demokrasi tergantung juga para peran partai politik, kendati ada jalur perseorangan. “Tidak gusar, apalagi di antara lima partai ini memiliki kader-kader mumpuni yang bisa dijagokan atau diusung pada pilkada mendatang. Tidak ada kata gusar atau gelisah itu,” tegasnya. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid