Lima Madrasah Kena Tipu Modus Bantuan DAK

Zainul Arkom (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur meminta kepala madrasah yang ada di Lombok Timur untuk mewaspadai adanya potensi penipuan yang mengatasnamakan diri menjadi utusan dari Kemenag pusat.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur H Zainul Arkom mengaku sudah menerima laporan dari sejumlah kepala madrasah di Lombok Timur yang ditipu oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya menjadi utusan dari Kemenag pusat untuk pemberian bantuan, berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 khususnya di Lombok Timur.

“September kemarin, lima kepala madrasah sudah melaporkan kejadian penipuan yang katanya pelakunya mengaku utusan dari Kemenag RI pusat,” katanya Zainul Arkom, Sabtu (3/10).

Arkom menyebut jika kelima kepala madrasah tersebut sudah menyetorkan uang kepada oknum yang mengatasnamakan diri utusan dari Kemenag RI Pusat masing-masing sebesar Rp 5 juta. Bahkan oknum  tersebut menjual nama Kepala Kemenag Lotim, kalau mereka (oknum, red) sudah mendapatkan perintah dari Kepala Kemenag Lotim. 

Menurut Arkom, perintah dari Kepala Kemenag Lotim itu tidak pernah ada. Jika pun ada bantuan sosial apalagi jenis DAK harus melalui prosedur yang resmi, tidak menelpon ke masing-masing kepala madrasah.

“Bantuan yang diberikan dari pusat itu tidak ada melalui telpon, tetapi melalui surat resmi dan itupun suratnya dari Kanwil Kemenag NTB dulu baru Kemenag Lotim dan selanjutnya ke madrasah,” terangnya.

Dengan adanya penipuan yang mengatasnamakan dari Kemenag tersebut, Arkom mengimbau kepada kepala madrasah untuk tidak meladeni oknum tersebut. Di mana oknum tersebut mengaku atas nama Hermawan yang menjanjikan dana bantuan DAK.

“Kepala madrasah harusnya melaporkan dulu ke Kemenag Lotim, jangan langsung cepat percaya agar tidak terjadi kejadian seperti ini. Mereka sudah tertipu baru melapor,” bebernya.

Dijelaskan Arkom, modus oknum penipuan bantuan DAK kepada madrasah adalah  harus mengisi berkas serta mengirimkan bukti transfer rekening. Setelah itu,  nantinya akan diberikan uang bantuan DAK senilai Rp 100 juta. Dan uang itu selanjutnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan kepala sekolah dan guru pendidik di sekolah tersebut.

Bahkan, madrasah yang sudah dihubungi oleh oknum itu berpesan bahwa madrasah- nya akan menerima bantuan DAK sesuai dengan berkas yang ada. Sebab Lotim termasuk daerah terdampak Covid-19 yang harus menjadi program prioritas pemerintah pusat.

“Jadi semua itu tidak ada. Kalau bantuan yang diberikan oleh pemerintah bukan dari telpon, tapi melalui surat resmi. Makanya harus hati hati dan segera melapor kalau kurang jelas,” pungkasnya. (wan)