Lima Lokasi Paralayang KLU Bisa Jadi Objek Wisata

PARALAYANG: Ini salah satu lokasi paralayang di Bukit Buani Desa Bentek Kecamatan Gangga yang diresmikan, Minggu (26/3) lalu (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kabupaten Lombok Utara yang berada di ujung utara dihimpit perbukitan menjadi nilai tawar dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Pada tahun ini, ada lima lokasi perbukitan yang layak menjadi lokasi penerbangan paralayang yang memiliki nilai tawar untuk menjadi objek wisata. “Kami melakukan pengkajian selama dua bulan di Lombok Utara untuk mendata bukit-bukit yang layak menjadi lokasi paralayang. Dengan waktu yang cukup singkat itu, kami berhasil menemukan lima titik lokasi yang memiliki nilai tawar menjadi objek wisata,” terang konsultan paralayang NTB, Nanang Hiriawan.

Dijelaskan, satu bulan melakukan pendataan dan satu bulan lagi melakukan pengkajian penerbangan. Dari hasil pengkajiannya, menurut Nanang, kondisi angin di bagian utara sangat bagus sebab Lombok Utara memiliki banyak perbukitan yang bisa dilakukan kapan saja asalkan tidak hujan. “Paralayang itu bisa menjadi ikon pariwisata, prestasi, dan bisnis. Sedangkan, di Lombok Utara sangat layak menjadi ikon pariwisata yang bisa melihat kondisi alam dari atas,” katanya.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

Adapun lima lokasi itu terdiri dari Nipah, Bukit Lipi, Batu Ruku yang terletak di Kecamatan Pemenang. Di lokasi ini bisa langsung merasakan keindahan terbang di atas pantai, objek yang berada di Desa Malaka ini sudah 300 kali penerbangan baik domestik maupun mancanegara. “Yang paling banyak Nipah, 34 kali dalam 10 hari,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga di bukit Buani dan Bukit Belimbing yang berlokasi di Kecamatan Gangga. Khusus di bukit Buani ini sudah dihibah tanah seluas 5 are untuk Pokdarwis Desa Bentek yang selaku mengelola, dan lokasi ini didukung dengan fasilitas jalur trek sepeda. “Memang Lombok Utara memiliki objek yang banyak, tapi lokasi-lokasinya yang sangat sulit dijangkau sehingga keburuan habis tenaga, termasuk juga Batu Ruku,” paparnya.

Kelima lokasi ini memiliki ketinggian mulai 174 hingga 382 mdpl. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus bisa menyiapkan akses lebih baik termasuk pendaratan serta sarana prasarana. Jika ini dikembangkan sangat bagus mendukung objek wisata. “Dan kami harap juga supaya ada klub paralayang dari Lombok Utara. Karena, di Lombok ini masih bergabung ke klub Lombok Tengah,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyatakan, paralayan ini menjadi destinasi yang luar biasa di Lombok Utara. Akhir-akhir objek-objek wisata baru terus bermunculan atas kesadaran masyarakat, sehingga objek wisata mulai dari pantai, budaya, sosial, panorama alam, air terjun dan sekarang yang muncul paralayang. “Tujuan wisata huni dan layak disebut wisata dunia. Apalagi dengan terbentuknya objek wisata ini akan semakin menarik wisatawan,” optimisnya.

Sesuai apa yang disarankan para pelaku paralayang, ia berharap supaya dinas terkait bisa menindaklanjutinya. (flo)