Lima Kelompok Kembangkan Tanaman Strawberry di Santong

STRAWBERRY: Kelompok Pemuda di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, KLU mulai menanam massal strawberry menggunakan media tanam polybag. Nantinya Desa Santong akan dikembangkan sebagai Desa wisata Agrowisata (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pengembangan tanaman strawberry di wilayah Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang terintegrasi dengan sektor pariwisata saat ini terus mulai digarap. Saat ini, sedikitnya ada 100 orang dari kalangan pemuda Desa Santong yang tergabung dalam lima kelompok mulai menanam strawberry.

“Alhamdulillah, uji coba tanaman strawberry di dataran medium dengan ketinggian 400-600 meter diatas permukaan laut (mdpl) sukses, dan sekarang sudah mulai dikembangkan secara massal di masyarakat Santong,” kata Prof. H. Muhammad Sarjan, penanggungjawab sekaligus ketua peneliti komoditas strategis nasional, Senin kemarin (14/11).

Hasil uji coba penanaman benih bibit strawberry varietas agrycarlie, douglas dan California yang juga sama seperti tanaman strawberry di Sembalun, Lombok Timur. Hanya saja ditanam di dataran dengan ketinggian medium berjalan dengan sukses. Bahkan buah yang dihasilkan strawberry di dataran medium di wilayah Desa Santong lebih besar, warna lebih cerah dan lebih manis dari buah strawberry di Sembalun.

Tak kalah pentingnya lagi, tanaman strawberry di Desa Santong, 100 persen menggunakan pupuk organik, tanpa ada pupuk kimia. Dengan demikian, masyarakat bisa langsung mengkonsumsi begitu di petik dari tangkainya.

Menurut Prof. Sarjan yang juga sebagai Ketua Dewan Riset Daerah KLU ini, bahwa saat ini sebanyak 100 orang pemuda yang tergabung dalam lima kelompok sudah mulai menanam bibit strawberry, baik itu menggunakan media tanam seperti polybag dan juga sebagian besar lainnya menanam langsung di lahan sawah mereka.

“Sebanyak 100 orang pemuda dan masyarakat di Desa Santong ini diberikan bibit secara gratis dan langsung diberikan pembinaan dan pendampingan. Bahkan sebelum menanam, 100 orang ini diberikan pelatihan cara merawat dan pemupukannya menggunakan pupuk organik,” ujarnya.

Dikatakan, penanaman strawberry secara massal akan dilakukan sebagai salah satu upaya mengintegrasikan potensi wisata di Desa Santong. Terlebih lagi di Desa Santong terdapat dua air terjun yang cukup populer dan ramai dikunjungi wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara.

Dengan demikian integrasi pariwisata dengan hortikultura khususnya keberadaan strawberry ini akan memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat. Perekonomian masyarakat nantinya tentu akan terdongkrak, sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan jumlahnya dengan peluang wirausaha di tanaman strawberry.

“Kita berharap tahun 2017 nanti, masyarakat yang terlibat dalam penanaman strawberry ini semakin banyak. Karena antusias masyarakat sangat besar,” terang guru besar yang juga mantan Dekan Fakultas Pertanian Unram ini. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid